The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Untuk para dosen kami yang tercinta…

Dosen bagi saya adalah motivator saya (Sudah sempat saya sampaikan saat dialog akademik)… Kalau dosen tersebut rajin, energik, dan bersahaja maka sudah tentu saya akan bersemangat untuk mengikuti kuliahnya… Namun sebaliknya, bila dosen tersebut malas, acuh tak acuh, maka jangan harap saya akan memperhatikan…

Dikampus saya yang tercinta, ternyata masih ada dosen yang masuk kategori terakhir… Mengajar hanya untuk menunaikan kewajiban tanpa peduli apakah mahasiswa yang diajarnya paham atau memperhatikan (tidak jauh berbeda dengan radio tape), Dosen yang tidak berkembang (Lihat saja soal ujiannya, dari tahun ke tahun selalu sama, cuma diganti angka), Dosen yang sudah kehilangan semangat mengajar, entah karena sudah senior atau karena obyekannya lebih besar dari pada penghasilannya menjadi dosen… Atau dosen yang terlihat tidak begitu menguasai materi yang diajarkan (jadi ya kuliahnya paling – paling presentasi,kalau tidak ya dosen ybs hanya men”terjemahkan” slide bahasa inggrisnya…jadi kuliah bahasa inggris deh)

Memang berat jadi dosen, didalam dirinya harus memiliki semangat untuk terus berkembang, untuk terus mengabdikan dirinya pada pengetahuan, dan idealis..Padahal dosen juga punya keluarga yang membutuhkan tidak sedikit perhatian.. dan juga obyekannya yang juga butuh banyak perhatian (^_^)..

Sering saya dicurhati teman dan juga senior perkara pembimbing Tanya… Ada yang terlihat seperti “tukang parkir” saat bimbingan.. Lanjut…Lanjut…lalu pas seminar…Dduuuuarrr!!! (silakan diinterpretasi sendiri)…Ada pula yang curhat bahwa pembimbing ybs acuh terhadap “derita” mahasiswa..Ada pula yang bahkan draft nya saja tidak dibaca (wah yang belakangan ini bener2 makan ati..Sudah capek – capek bikin, lama nungguin, terakhir tidak dibaca…Gubrak!!!).. Ada pula yang bahkan terlihat tidak memiliki semangat lagi untuk melakukan penelitian (kalau dosennya saja sudah tidak semangat bagimana mahasiswanya…)

Bagi saya pribadi, saya menganggapnya sudah jadi budaya dikampus… Bukan hal yang istimewa.. kadang kalo temen lagi “sebel” ma dosen pembimbingnya, saya paling bilang “sabbaaaarr…. dadi mahasiswa ning kene mang kudu akeh tawakale…”(sok bijaksana ya… tapi mang kenyataannya begitu)…

“Kuman diujung lautan nampak tapi Gajah dipelupuk mata tidak tampak”…Saya sadar sepenuhnya bahwa kami sebagai mahasiswa juga banyak mbalelonya…Soalnya memang lebih gampang mengkritik tanpa introspeksi pada diri kita..Tapi sudahlah, memang mencari sesuatu yang ideal itu susah.. Tapi maksud saya menulis ini tidak lebih untuk kebaikan civitas akademika kita tercinta…Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan instropeksi jurusan sehingga kedepannya civitas kita akan lebih baik lagi…

Oktober 31, 2008 - Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya |

1 Komentar »

  1. Thanks atas masukannya. Ada baiknya di link ke website jurusan. Nggak tabu kok. Dan nggak perlu takut untuk mengkritik.

    Komentar oleh singgihs | November 3, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: