The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

“Bloopers” Tugas Akhir

rat_typing_in_academic_gown

Tugas Akhir merupakan “tiket” buat setiap mahasiswa untuk bisa meraih gelar kesajanaannya… Saya memang sampai sekarang masih sibuk mengerjakan Tugas Akhir saya yang Insya ALLAH saya targetkan 2 – 3 bulan lagi selesai… Namun, dalam perjalanan saya mengerjakan Tugas Akhir saya ini, cukup banyak temen – temen yang “curhat” masalah TA nya ke saya, termasuk pacar saya (ehm..ehm.. ^_^)…. Sepanjang yang saya lihat, walaupun sejauh ini seminar temen – temen “cukup” lancar, namun terdapat beberapa “kesalahan” dari teman – teman saat mengerjakan TA, termasuk juga kesalahan saya…Melalui tulisan ini saya coba rangkum temuan saya saat teman – teman “curhat” berikut pendapat saya mengenai permasalahan itu.

  • Bingung cari tema karena takut susah…

Coba temen – temen lihat “wise word” nya Michelangelo di blog saya ini..(soalnya “wise word” ini cukup menginspirasi saya… ) Nah, sekarang kenapa kita terlalu “memilih” TA yang “aman”…Toh kata om Chrisye “Badai Pasti Berlalu”…Cukup banyak temen – temen yang curhat masalah tema ke saya, namun ketika saya sarankan satu tema cukup banyak juga yang berkomentar “angel ra nil..?”, atau “ono masterane rak?”.. Terkadang saya geli juga mendengarnya… Sekarang ya logikanya masak tugas akhir sama kaya tugas kuliah atau praktikum, bahkan dibawah itu??

Menurut saya, sebaiknya kita jangan terlalu berpikiran negatif dulu..Toh hidup adalah perjuangan..Saya pikir setelah lulus sidang nanti hati kita akan jauh lebih puas bila saat kita mengerjakan TA kita jungkir balik daripada yang mengerjakannya lempeng karena terlalu pemilih…Selain itu, jangan lupa bahwa kita masih memiliki dosen pembimbing yang saya yakin kalau dosen yang bersangkutan “normal” maka saya yakin tidak akan acuh terhadap kesulitan kita…

Satu lagi yang penting adalah NIAT!! Niatkan kepada Tuhan bahwa kita akan mengerjakan TA sebagus mungkin dan semaksimal mungkin… Kerjakan dengan penuh semangat dan sungguh – sungguh dan bersedia menghadapi tantangan dan kesulitan saat mengerjakan TA.

  • Terpengaruh bisikan “menyesatkan”

Mengerjakan TA juga membutuhkan “iman” yang kuat, dan kabar buruknya, bisikan atau pengaruh yang cenderung menyesatkan dan mengecilkan hati kita lebih mudah masuk kedalam pikiran kita daripada pengaruh yang membesarkan hati kita…Masalah ini pernah juga saya hadapi saat mengerjakan TA…Saat itu memang saya dalam keadaan “down”, dan kebetulan waktu itu saya menghadiri seminar TA temen yang menurut pendapat saya saat itu topik tsb terlalu mudah bahkan menurut saya kurang layak untuk dijadikan topik TA..Ditambah suasana ruang seminar yang lebih mirip “dengar pendapat” daripada seminar TA..Hati kecil saya waktu itu berkata “ngapain sih kamu susah – susah bikin TA..toh ijazahnya sama, dan berani taruhan pasti nanti nilainya sama – sama A!!”..

Saat itu saya merasa dunia ini tidak adil!!!Saya cenderung membodoh – bodohkan diri saya..Kemudian bertanya : “Kenapa dulu saya mengambil topik ini…” ,Dongkol, Kecewa, ga Terima, dkk…

Tapi…kemudian saya berpikir buat apa dan sampai kapan saya terus menyesali apa yang terjadi…Toh saya tidak ada pilihan lain kecuali mengerjakan TA saya sebaik – baiknya..Kemudian, berkat kemurahan ALLAH SWT, pelan – pelan saya menemukan titik terang… Dan alhamdulilah sekarang ini saya sudah “on the line” lagi…(Do’akan saja supaya saya terus “on the line” sampai nanti ”)…

Pelajarannya adalah : Kita harus yakin bahwa apa yang kita perjuangkan itu berharga (lihat wise wordnya om Napoleon) apapun yang terjadi… Tetap fokus pada apa yang kita hadapi..Tetap semangat…Perbanyak ibadah dan berdoa…Dan lihat apa yang terjadi…

  • Keterbatasan vs Kemalasan

Hal yang satu ini baru saja terjadi pada temen saya… Temen saya tsb diberikan “safe point” (begitu temen saya menyebutnya) oleh dosen pembimbingnya bahkan sebelum mahasiswa ybs seminar… Jadi, dosen ybs bilang “kalo nanti sampai waktunya lulus kamu belum lulus ya sudah, kamu ngerjain sampai analisa saja ga usah diimplementasiin” (isi pembicaraan agak disamarkan – red ) Hal ini menurut saya pelanggaran yang “cukup” fatal yang dilakukan oleh dosen ybs.. Hal ini bisa “mematikan” semangat mahasiswa untuk melakukan riset sebagaimana seharusnya.. Padahal belum tentu mahasiswa ybs tidak bisa menyelesaikannya, tetapi saya pikir perkataan dosen ybs sangat mempengaruhi orientasi mahasiswa ybs..(Lihat poin sebelumnya…)

Menurut saya keterbatasan riset merupakan sesuatu hal yang memang tidak dapat dipenuhi karena kondisinya memang tidak memungkinkan, bukan karena kemalasan periset, keterbatasan waktu dan dana…Soalnya sering kita meng”kambing hitamkan” istilah “pembatasan masalah” karena kemalasan kita saja…

  • Terlalu mudah sakit hati

Pernah anda menunggu sampai lama untuk janjian sama dosen pembimbing, lalu dengan “semena – mena” dosen ybs membatalkan, pernah anda nglembur 7 hari 9 malam (soalnya 2 siangnya istirahat..halah!!) hanya untuk segepok draft TA yang kemudian dicampakkan oleh dosen ybs?? Atau ketika anda dengan semangat 45 menganggap bahwa hipotesa anda benar tapi ternyata dosen anda tidak sepakat dan tidak menemukan titik temu??? Atau sekarang yang lagi “hot” dikampus adalah temen saya yang sampai 4 kali gagal seminar karena dosen ybs berhalangan (yang terakhir bahkan H-30menit baru dikabari) – Ya itulah dinamika TA…

Cuma masalahnya kita terkadang terlalu mudah sakit hati, menyerah, dan kehilangan orientasi (termasuk juga saya)…Jadi saran saya adalah sebisa mungkin kita untuk lebih tabah dan fleksibel…Kalau memang situasinya sedang “berat”, maka sebaiknya kita istirahat dan berhenti sejenak…Pulanglah ke rumah (bagi yang ngekos), refresh your brain, take a holiday, relax…Tapi jangan lupa untuk mulai lagi…

  • Maksa!!

Satu hal yang pernah saya lihat dan ternyata berakibat fatal adalah kita memaksakan sebuah teori atau model yang memang tidak cocok untuk diterapkan pada kasus nyata… Hal ini yang menimpa senior saya…Waktu itu, sewaktu saya KP, saya mengimplementasikan sebuah model yang cocok untuk diterapkan di pabrik tsb..Nah, entah bagaimana ceritanya saya dan senior saya (yang waktu itu belum dapet topik TA) sering diskusi masalah model itu…Pendek kata akhirnya senior saya itu akhirnya memakai model itu untuk Tanya…Akhirnya dia ngalor ngidul cari perusahaan untuk mengimplementasikan model nya…Namun entah karena terlalu “memaksakan” (berdasarkan cerita dari senior saya yang lain) akhirnya pas seminar ditolak!!..

Nah, pelajarannya adalah jangan sekali – kali mengambil topik TA hanya karena topik tersebut mudah, dan memakai kata “pokoknya”…karena kalau tidak hati – hati hal ini akan menjadi bumerang untuk kita sendiri…Pastikan selalu bahwa antara masalah dengan penyelesaiannya “match”…

  • Terlalu Terburu – Buru

Hal yang berbahaya bagi sebagian dari kita adalah mempelajari sebagian kecil ilmu dan merasa kita sudah mengetahui segalanya…Pastikan dahulu data, metode, masalah, bahan, sudah ditangan dan diotak…Biarlah anjing menggonggong!! Jangan terburu – buru seminar hanya karena temannya yang lain sudah seminar..Tetaplah tenang dan hati – hati..Pastikan kita sudah paham terhadap apa yang kita tulis…Karena saya juga pernah membuat “blunder”,waktu seminar saya ditembak dengan pertanyaan yang cukup membuat saya “shock”, waktu itu saya menuliskan pernyataan dari riset sebelumnya (berbahasa inggris) yang “kontroversial” yang tidak saya sadari…sampai akhirnya ketika ditanya mengenai pernyataan tersebut saya cukup kelimpungan… Meskipun waktu itu saya bisa menjawab sebisanya, namun hal ini menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih berhati – hati dengan apa yang saya ketik…

  • Terlalu bergantung pada Pembimbing

Dosen juga manusia…Terkadang beliau capek atau mungkin sedang banyak urusan sehingga tidak fokus pada TA kita…Makanya untuk itu kita dituntut untuk aktif… Dan satu hal lagi, jangan terlalu menggantungkan kita pada dosen pembimbing, setidaknya kita harus benar – benar mengerti dan paham betul “skenario” TA kita…Dari pengumpulan data, pengolahan, hingga hipotesa… kemudian baru kita asistensikan ke pembimbing…. Perkara nanti terjadi “crash” dengan dosen pembimbing, hal ini bisa kita komunikasikan belakangan..Asal kita tidak “maksa” saya yakin semua itu bisa diluruskan… Hal ini akan terlihat saat seminar atau sidang..Bila kita tidak paham betul, maka kita akan selalu “kalah” argumen dengan dosen penguji…Idealnya memang dosen pembimbing membantu, namun kadang hal – hal diluar dugaan sering terjadi…

  • Tidak punya target

Sebelum melakukan sesuatu hendaknya diawali dengan perencanaan…Kapan diawali dan kapan diakhiri…Kalau perlu siapkan time table..Ingatlah, sesuatu yang tanpa perencanaan tidak akan berhasil dengan optimal… Nah, kebanyakan dari kita mengerjakan sesuatu tanpa target yang jelas..Ingat!! Tuhan bukan dalang, tapi kitalah yang bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, bukan dosen pembimbing dan bukan orang tua kita…Tetapkan target sejelas dan sedetail mungkin…Dan keraslah pada diri kita!! Berusahalah untuk mematuhi target tersebut…

Saya pikir saya sudah menulis cukup banyak…Semoga corat coret saya ini bisa berguna buat temen – temen yang akan dan sedang mengerjakan TA…Ingtlah selalu, tidak ada kata terlambat untuk berubah…

November 4, 2008 - Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya |

4 Komentar »

  1. Oleh-oleh dari maen ke itb kemarin, Nil. Atau kalu daniel baca dari blognya pak Asnug.

    Ada baiknya proses pembimbingan serius, sehingga kegiatan sidang adalah kegiatan biasa dimana bahasan TA dibicarakan oleh peer group (para dosen dalam bidang tersebut). Ini dengan catatan, bidang penelitian para dosen sudah mapan dan tidak ada lagi topik TA di luar penelitian yang ada.

    Masalahnya, kita tidak punya profesor yang menjadi payung penelitian kita.

    Untuk pengaturan jadwal, seharusnya sudah menjadi kebiasaan selama kuliah. Jadi jadwal dan target jelas dalam penelitian. Kendala utama, mahasiswa tidak punya target dan dosen punya target sendiri di luar TA. Ini beratnya jadi dosen PNS😦 .

    Dari ITB kemarin, kita dapat masukan berupa diskusi bulanan peneliti dengan dosen pembimbing dalam bentuk diskusi yang serius. Masalahnya, mahasiswa kita kan sering tidak muncul ketika belum merasa dikejar setoran dan baru sering muncul ketika ngejar setoran.

    Bahkan sering ada mahasiswa yang muncul menghadap tanpa persiapan tapi mau ngajak diskusi. Sebel nggak sih kalau ketemu mahasiswa semacam ini. Mosok para dosen “disuruh” jadi pemeriksa laporan TA?

    Tapi … itulah dunia. TIdak ada yang ideal. Tinggal kitanya mau memperbaiki atau tidak.

    Komentar oleh singgihs | November 4, 2008 | Balas

  2. Sip pak…mungkin temen – temen perlu membaca postingan pak singgih yang satu ini…dan saya berharap serta berusaha semoga hal ini tidak terjadi pada saya… Amiiiin…

    Komentar oleh mrdaniels | November 4, 2008 | Balas

  3. Cukup menyadarkan saya akan kesalahan-kesalahan saya…
    Hmmmm…

    Regards,

    Komentar oleh metamiaw | November 5, 2008 | Balas

  4. Jadi ingat masa-masa dulu

    oya udah ku add juga blog mu niel

    Komentar oleh yudhisti | November 6, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: