The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Congrats Mr Obama!!!

cariobamaSelamat Om Obama!! Selamat Demokrasi!! Selamat Amerika!! Saya pikir ucapan ini layak kita berikan bukan hanya untuk Obama saja, tetapi untuk persamaan, demokrasi, dan juga untuk Martin Luther King..Ya!! Temen – temen pasti sudah pernah mendengar bagaimana kaum kulit putih (White, Anglo-Saxon, dan Prostestan biasanya disingkat WASP) sekitar 55 tahun yang lalu memperlakukan kaum kulit berwarna… Mungkin diantara kita juga pernah menyaksikannya dalam film – film produksi Hollywood.. Saya lupa judulnya (Friday Night Light/Remembering The Titans), tapi film itu mengisahkan pemain american footbal negro yang mendapat perlakuan tidak sepantasnya dari kaum kulit putih..Ceritanya waktu itu tim putih kalah, nah karena kesal, ketika salah satu orang anggota tim negro buang air kecil diWC, beberapa orang kulit putih itu memukulinya, dan setelah negro itu lemas, kepalanya dimasukkan kedalam lubang toilet…

55 Tahun yang lalu Martin Luther King di Lincoln Memorial, Washington berbicara didepan warga kulit hitam lainnya menuntut persamaan hak melalui pidatonya yang tersohor “I Have A Dream”… Pidato King itu mengungkapkan impian akan lahirnya sebuah bangsa yang menghormati dan memperlakukan seluruh anak bangsanya yang beragam etnik, agama, warna kulit, latar belakang, dan golongan secara sama. Amerika selama ini mengklaim sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai demokrasi. Akan tetapi, pidato King itu memberikan bukti lain. Dalam politik, pluralisme semestinya tidak berhenti hanya sampai pada wacana, tetapi perlu diwujudkan.

Di mana pun ada mainstream kendati secara resmi tidak ada eksklusivisme warna kulit, keturunan, dan agama. Di AS ada mainstream yang dominan WASP. Kepemimpinan puncak AS didominasi warga berdemografis WASP. Sejak tahun 1797 atau dari 43 presiden, belum ada satu presiden diluar meinstream itu. Obama ada di luar mainstream itu. Kulitnya gelap, ayahnya asal Kenya, beragama Islam.

Baru 55 tahun kemudian, atau 145 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln menyerukan penghapusan perbudakan, impian King terwujud ketika seorang keturunan Afrika-Amerika terpilih menjadi presiden: Barack Obama.

Obama didukung oleh berbagai lapisan masyarakat, baik kulit putih, hitam (terutama), Asia, Hispanik, maupun juga kaum perempuan dan anak-anak muda. Kemenangannya juga disambut hangat di seluruh dunia, say pikir termasuk juga di Indonesia. Terpilihnya Obama telah menegaskan bahwa AS adalah sebuah negara pluralis, semua golongan dengan berbagai pandangan dan kulturnya dihormati eksistensinya.
Negeri kita, Republik Indonesia, adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Akan tetapi, harus dengan besar hati diakui bahwa toleransi atas keberagaman terus menghadapi masalah. Keberadaan RI dalam masyarakat Indonesia perlu diperhatikan agar selalu diletakkan sebagai republik pluralis. Republik pluralis RI bukan republik yang didasarkan kepentingan golongan. Bangsa ini terdiri atas beragam suku, etnis, agama, golongan, warna kulit, bahasa daerah, dan jender, tersebar di pulau-pulau besar dan kecil di persada Nusantara ini.
Republik pluralis bersifat terbuka tanpa memandang asal-usul dan warna pandangan atau keyakinan tiap orang. Kebebasan dalam menyuarakan pendapat harus dihormati dan tidak boleh dibatasi sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. Itulah impian kita semua. Mimpi Indonesia!

November 7, 2008 - Posted by | Saya, Sejarah dan Tokoh |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: