The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Jawablah pertanyaan ini sebelum seminar…

tanda-tanyaTulisan ini sebenarnya terinspirasi dari comment meta di posting saya sebelumnya…Kalau ga salah di comment itu meta meminta saya untuk memberikan comment perihal Tugas Akhirnya…Masalahnya saya tidak hadir waktu seminar proposalnya Meta (sms nya ga nyampe si…), jadi ya saya ga bisa ngasi comment.. Tapi, selang beberapa waktu kemudian, saya “jalan- jalan” ke blognya pak AsNug…Nah, kebetulan saya menemukan postingan pak AsNug yang cukup “match” seputar masalah TA ini…Judul postingannya : “Pertanyaan yang diajukan saat persentasi” (untuk lebih lengkapnya, silakan klik disini)…  Nah, di postingan ini, saya mencoba memberikan comment terhadap postingan pak AsNug tsb (tidak semua, hanya beberapa poin saja yang saya anggap relevan) sesuai dengan yang terjadi pada TA temen – temen saat seminar…

  1. Dari studi yang anda lakukan, pada sisi mana kira-kira anda berharap dapat menemukan suatu originality ? – Pertanyaan ini mungkin terlalu idealis namun sangat krusial… Untuk taraf S1, saya pikir kita tidak terlalu dituntut untuk mengedapankan sisi “originality” dalam hal menemukan “teori” atau “metode” baru, namun lebih dalam hal “originality” kreatifitas penggunaan metode atau teori yang ada. Maksudnya, apakah masalah yang kita ambil sebagai studi kasus ini dapat kita selesaikan dengan lebih kreatif, sehingga tidak ada kesan “mengekor”, dalam arti sama plek metodenya, cuma ganti perusahaan atau produk… Saya rasa akan berlanjut ke pertanyaan kedua berikut:

  2. (Jika riset itu sedang berjalan/selesai) Dimana letak originality dari studi anda ? Apakah anda memperkenalkan metoda baru untuk memecahkan satu masalah yang sudah ada, ataukah anda mengemukakan masalah baru dan diselesaikan dengan metode yang sudah ada, ataukah baik masalah maupun solusi-nya merupakan hal yang baru sama sekali ? – Silakan dijawab sendiri…

  3. Masalah apa yang ingin dipecahkan ? Sejauh mana masalah itu dibahas oleh peneliti yang lain ? – Inilah saatnya “kreatifitas” berbicara…Untuk mengantisipasi adanya “duplikasi” tema atau bahasan (termasuk serupa tapi tak sama), baik kita dan dosen pembimbing harus kreatif, kritis, dan jeli dalam melihat masalah dan pemecahannya..Untuk masalah yang satu ini, saya menyarankan temen – temen untuk “bersahabat” dengan buku dan jurnal…

  4. Mengapa masalah itu anda pilih ? Dimana letak signifikansi-nya ? (mengapa demikian penting untuk dijadikan tema penelitian ?) – Pertanyaan inilah yang harus dijabarkan dengan sejelas – jelasnya dan sebenar – benarnya (kalau bisa sesingkat – singkatnya) pada Latar Belakang, seharusnya bagian ini berisi hasil studi pendahuluan dan hipotesa awal menuju ke “pembenaran” penelitian…

  5. Bagaimana masalah itu dipecahkan ? Tidak dapatkah dia dipecahkan dengan metoda yang lebih sederhana ? Selama bisa dipecahkan oleh pendekatan yg lebih sederhana, tentunya tidak ada manfaatnya dipecahkan dengan metoda yang lebih kompleks (Occam razor). Ataukah pendekatan yang anda pakai itu diharapkan memberikan analisa baru yang belum pernah dibahas/dikenal selama ini ? – Hal yang perlu digaris bawahi adalah : pendekatan yang sederhana bukan masalah yang disederhanakan..

  6. Apakah pendekatan yang dilakukan realistis dan akan menjawab objective dari studi ini ? – Nah, mungkin poin ini sejalan dengan poin “Maksa” pada postingan saya yang Bloopers Tugas Akhir I, untuk itulah saya rasa kita perlu “bersahabat” dengan buku dan mengkonsultasikannya ke Dosen Pembimbing (makanya pilihlah Dosen Pembimbing dengan bijak)..

  7. Apakah hasil eksperimen yang anda lakukan itu valid ? Bagaimana menguji validitasnya ? – Silakan dijawab sendiri juga, soalnya berbeda – beda untuk tiap kasus…( I suggest to think this point carefully)

  8. Bagaimana perbandingan hasil yang dicapai oleh metode anda dengan metode yg dibangun peneliti lain ? Apakah ada peningkatan performa ? Apakah peningkatan performa itu signifikan ? Di sisi mana letak kelebihan metode anda ? – Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya temen – temen harus benar – benar mempelajari metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah..Sehingga temen – temen paham kelebihan dan kekurangan metode yang kita pakai..

Dari ke-14 poin yang disampaikan oleh pak Asnug, mungkin hanya 8 poin ini yang saya anggap relevan untuk temen – temen jawab sebelum seminar… Setidaknya bila ke delapan poin ini sudah dapat temen – temen jawab dengan baik dan benar, niscaya suasana di Ruang Sidang akan lebih “kondusif” se”galak” apapun pengujinya…namun bila tidak…Suasana diruang sidang akan lebih panas dari biasanya (Sekalipun ACnya sudah 14°)…

November 21, 2008 - Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya Memandang Kehidupan |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: