The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Jerusalem : Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir

jerusalemkesuciankonflikdanpengadilanakhir_937Sudah lama sebenarnya saya ingin membaca buku karya wartawan senior Kompas, Trias Kuncahyono ini… Akhirnya kesampaian juga… Seperti tebakan saya saat membaca beberapa tulisan dan komentar dibelakang buku ini, buku ini akan memberikan gambaran kepada saya mengenai kota Jerusalem secara berimbang…

Buku ini akan membawa kita untuk kembali ke satu atau dua milenium kebelakang, dari Penaklukan Raja Daud, Kisah Yesus, Peristiwa Isra’ Miraj, Perang Salib, hingga ke Perang Teluk. Dalam buku ini kita akan menikmati “ironi” di Jerusalem dari sudut pandang sejarah, agama dan politik. Saya sebut “ironi” sebab kota yang dipandang suci oleh tiga agama monoteisme (Islam, Kristen, dan Yahudi) menjadi kota yang paling rentan menjadi sumber konflik, dan menjadi lokasi pertumpahan darah…

Dari sudut pandang sejarah, jelaslah Jeruselam adalah kota yang kaya dengan sejarah… Seandainya tiap tembok dalam kota ini disuruh bercerita…Tentunya cerita yang disampaikannya sangatlah panjang… Buku ini menceritakan secara lengkap asal muasal segala sesuatu yang terdapat di Jerusalem, entah Gereja, Kota, Masjid, Jalan, Tembok, Reruntuhan, Menara, Monumen, dst…Dimulai dari kisah Abraham/Ibrahim yang mengorbankan anaknya (Ishak menurut versi Kristen dan Yahudi, Ismail menurut versi Islam), Daud vs Goliath, The Good Samaritan, Kisah Raja Daud, Raja Solomon (Sulaiman), Berbagai Kisah Pendudukan dan Pemberontakan (Romawi, Bizantium, Turki Ottoman, Tar – Tar, Khalifah Umar, dan Perang Salib) Kisah Yesus (Kelahiran, Kehidupan, Kematian, hingga Kebangkitan-Nya), Kisah Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, hingga Pengadilan Akhir, dimana kelak Mesias akan datang seluruh umat manusia akan dikumpulkan di Jerusalem… Saya pribadi tertarik pada kisah Khalifah Umar bin Khatab dan Sultan Salah al-Din Yusuf bin Ayyub atau Sallahuddin, atau Saladin yang mengajarkan kita untuk bertoleransi antar umat beragama.. Menurut catatan sejarah, pada tahun 637 saat mengepung Jerusalem, akhirnya Umar dan pasukannya masuk ke Jerusalem secara damai, awal periode ini dikenal sebagai periode yang penuh toleransi anta umat beragama. Para pemeluk agama Yahudi, Kristen, dan Islam dapat hidup berdampingan secara damai dan melaksanakan ibadah tanpa hambatan dan rintangan, hal ini pulalah yang terjadi saat Saladin menaklukkan Jerusalem saat meletus Perang Salib.

Dari sudut pandang agama, tentunya jelaslah bahwa Jerusalem merupakan kota suci bagi 3 agama monoteisme. Bagi Yahudi atau Yudaisme, Jerusalem adalah satu –satunya kota suci didunia. Inilah kota yang dipilih Tuhan sebagai “tempat kediaman nama-Ku” menurut Kitab Tawarikh. Di Jerusalem inilah kaum Yahudi percaya disinilah dahulu terdapat Kenizah Allah yang sekarang menjadi tembok ratapan atau tembok barat. Bagi umat Kristen, Jerusalem adalah kota suci yang sangat penting karena dikota inilah Yesus hidup, berkarya, wafat, dan bangkit untuk menebus dosa umat manusia dan naik ke Surga. Di Jerusalem ini terdapat tempat suci umat Kristen, yaitu Gereja Makam Kristus, Basilika, Via Dolores, Gereja – Gereja Ortodoks, dan Makam Bunda Maria. Sedangkan untuk umat muslim, Jerusalem merupakan kota suci ketiga setelah Mekah dan Madinah. Jerusalem adalah tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malamnya dari Mekah ke Jerusalem, Isra Mi’raj ke Sidratal Al Muntaha (Singgasana Tuhan). Di Jerusalem ini berdiri Masjid Al Aqsa (Masjid Terjauh), tempat Nabi Muhammad SAW Isra’ Miraj untuk menerima wahyu bagaimana umat Muslim bersembahyang (wahyu shollat) dan Dome of Rock atau Masjid Umar yang menjadi landmark Jerusalem, tempat Khalifah Umar menunaikan Sholat ketika beliau berkunjung ke Jerusalem. Meskipun perbedaan ketiganya jelas, ketiga agama tersebut, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam dipersatukan oleh “klaim bahwa mereka adalah keturunan Abraham/Ibrahim”. Ketiga agama tersebut menghormati satu tempat yang sama di Jerusalem, yaitu Temple Mount, yang dihubungkan dengan keputusan penting Ibrahim untuk mengorbankan anaknya. Oleh karena itu, Temple Mount merupakan tempat yang penting bagi semua agama dan hal itu telah berlangsung berabad – abad. Masing – masing pihak mengklaim bahwa Abaraham adalah milik mereka, seorang tokoh yang lahir ribuan tahun silam telah menyatukan sekaligus memecah belah manusia dizaman kita ini. Orang Yahudi mengklaim bahwa mereka keturunan Ishak, dan orang Arab mengklaim bahwa mereka keturunan Ismail. Diatas temple of mount ini berdiri Dome of Rock atau Al Haram Al Qudsi Al Sharif, tempat paling suci dan Masjid Al Aqsa.

Dari sisi politik, tentu saya tertarik mengenai konflik antara Israel dan Palestina, dalam buku ini dibahas secara berimbang apa yang melatarbelakangi konflik Timur Tengah ini, dimulai saat tahun 40an terjadi mulai meletus perang yang oleh Israel disebut Perang Kemerdekaan sedang Palestina dan Para Legiun Arab menyebutnya sebagai Perang Pendudukan, berlanjut dengan berdirinya negara Israel sebagai “homeland” bagi kaum Yahudi dengan seruan Zionisme-nya..Hingga kemudian terjadi saling klaim atas tanah Jerusalem oleh Israel dan Palestina yang terjadi hingga sekarang…Dari sudut pandang politik, buku ini membahas sepak terjang “aktor” konflik Palestina – Israel, sebut saja David Ben Gurion, salah satu pendiri Zionisme yang bagi orang Yahudi dianggap sebagai “Penyelamat Yahudi”; Anwar Sadat, Presiden Mesir yang melalui pidatonya yang terkenal didepan Knesset (Parlemen Israel), yang dikenal sebagai Pidato Perdamaian yang membawa dirinya sebagai pemimpin Muslim pertama setelah Saladin yang mendapatkan penghormatan dan kekaguman dari orang – orang barat; hingga Yasser Arafat, Presiden Otoritas Palestina yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Palestina, sehingga disebut “Mr. Palestine” Sungguh menarik melihat kisah hidup Arafat, yang walau terus dikurung, dikepung, dan dibuat tak berdaya oleh Israel, Arafat menyerukan kepada pengikutnya untuk tidak melakukan tindak kekerasan atau meyerang wilayah – wilayah Israel..

Dua bangsa ini seakan – akan selalu bermusuhan, saling menyerang dan membunuh, tidak ada yang bisa meramalkan kapan konflik ini akan berakhir, mereka seakan berlomba untuk saling meniadakan eksistensi masing – masing…

Bagian yang saya sukai pada buku ini adalah puisi Mahmoud Darwish yang berbunyi : “Kami bepergian seperti orang lain, tetapi kami tidak tahu kemana harus pulang” Penggalan puisi diatas menggambarkan begitu sengsaranya orang Palestina, bahkan burung – burung liarpun masih lebih beruntung dibanding mereka. Seperti yang digambarkan Darwish, burung – burung memiliki sarang, dipagi hari mereka terbang meninggalkan sarang untuk mencari makan dan kemudian kembali. Lewat puisinya yang berjudul “ Diary of Palestinian Wound”, Darwish menulis bahwa “Negaraku bukanlah sebuah koper” sebuah koper yang dapat ditenteng kemana – mana. Puisi ini adalah wujud protes terhadap Israel yang memperlakukan orang Palestina sebagai orang terbuang…

Menurut saya, Jerusalem telah ditakdirkan Tuhan sebagai Kota Plural, sebab kalau Tuhan berkehendak menjadikan Jerusalem sebagai kota umat Muslim, Kristen, atau Yahudi saja maka apa susahnya bagi Tuhan Yang Maha Perkasa?? Seperti yang terjadi pada kaum Nabi Nuh? Tapi nyatanya hal ini tidak terjadi..

Saya pikir buku ini layak untuk “dikoleksi”, karena paling tidak untuk memberikan gambaran dan pemahaman yang cukup lengkap dan tentunya berimbang mengenai Jerusalem, sehingga nantinya kita dapat melihat permasalahan di Jerusalem ini secara rasional, tidak emosional….

November 26, 2008 - Posted by | Saya dan Buku | ,

1 Komentar »

  1. nice and complete review. Also good blog

    Komentar oleh Ria | Desember 24, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: