The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Teknik Industri menurut Saya (Sebuah Definisi & Pendapat)

konektiva_hp_imageSelama ini, selama saya kuliah di Teknik Industri, cukup banyak perdebatan, kebingungan, ketidakpahaman mengenai Teknik Industri baik dikalangan temen – temen (baik temen seangkatan, dengan senior, maupun junior, temen kos, temen beda jurusan, dst…) maupun dengan keluarga saya sendiri…

Ilmu ini adalah ilmu yang “fleksibel” dimana saya yakin masing – masing orang punya pemahaman dan penekanan sendiri – sendiri, namun saya pikir, disinilah letak nilai tambah dari Teknik Industri. Apa komentar orang awam (tentang TI) tentang TA-nya orang TI? “Lho anak TI kok bikin software ?”, “Lho, anak TI kok bikin produk ini?” “Lho, anak TI kok juga tahu ini?”, “Lho, anak TI belajar ini juga to?”…Inilah “kaya”nya disiplin ilmu di TI yang seharusnya menjadi kekuatan kita.

Awal dulu masuk ke TI adalah karena diantara Teknik – Teknik yang lain, rasanya “Teknik Industri” adalah yang paling “pas” dengan kuping saya waktu itu..Selanjutnya, saya coba mencari tahu lebih dalam mengenai Teknik Industri itu sendiri, tentor saya waktu di bimbel dulu bilang bahwa TI adalah jembatan antara teknik dan manajemen. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menghabiskan 4 tahun belakangan ini untuk mempelajari ilmu ini..

Selama kuliah di TI, sedikit demi sedikit pemahaman saya mengenai TI mulai berkembang..Dari buku dan blog yang saya baca, dari diskusi dengan teman, dan dari wejangan dosen membuat saya akhirnya bisa mem”formulasikan” pemahaman (halah!!) saya mengenai definisi Teknik Industri seperti yang didefinisikan oleh Institute of Industrial Engineering (IIE) :


“ Industrial Engineering is concerned with the design, improvement, and installation of integrated system of people, materials, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical, and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design to specify, predict, and evaluate the result to be obtained from such system.

Definisi diatas akan saya jadikan “pegangan” dalam memberikan bahasan lebih lanjut mengenai definisi Teknik Industri. Dari definisi IIE diatas setidaknya terdapat 3 poin utama untuk menggambarkan disiplin ilmu, orientasi, dan peranan Teknik Industri. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Poin 1 : “design, improvement, and installation”

Poin ini menekankan pada peranan seorang Industrial Engineer (IE), yaitu untuk mendesain, meningkatkan, dan menginstalasi sebuah sistem yang terintegrasi. Kaitannya dengan desain, seorang IE menurut saya harus bisa menggunakan berbagai disiplin ilmu yang ada untuk merancang suatu sistem terintegrasi. Mengintegrasikan adalah Seni. Mengintegrasikan memerlukan pemahaman multidisiplin dan multiapproach. Untuk itu tidak salah bila ada yang beranggapan bahwa Teknik Industri itu luas tapi dangkal. Untuk itulah kita perlu memperkaya otak kita dengan sebanyak mungkin konsep, teori, dan metode. (Untuk itulah mengapa kita harus membaca!!)

Kaitannya dengan improvement atau peningkatan, menekankan bahwa seorang IE adalah seorang problem solver, sehingga kita sebagai seorang sarjana IE setidaknya memiliki kemampuan analitis, sensitivitas terhadap masalah, kreativitas dalam pemecahan masalah, kebiasaan untuk berpikir sistem, dan kemampuan untuk mengkomunikasikannya.

Terakhir, kaitannya dengan installation atau implementasi seorang IE harus dapat mengimplementasikan usulan atau rancangan perbaikan kedalam sistem nyata. Selama kuliah, tentunya kita telah dibekali oleh konsepsi, teori, dan metode yang banyak. Cuma masalahnya adalah “bagaimana metode itu diterapkan?” atau “apa mungkin konsep ini diterapkan?”. Nah, untuk pertanyaan yang satu ini menurut saya sebelumnya kita harus menelaah lebih lanjut suatu konsep dan menurunkan konsep itu kedalam rancangan langkah – langkah. Namun terkadang, dosen kurang “kreatif” dalam menkonsep sistem belajar mengajar sehingga kadang kita hanya berhenti di desain saja. (Ulasan lengkap mengenai dosen kita, klik disini).

Poin 2 : “knowledge and skill in the mathematical, physical, and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design”

Poin ini mempertegas anggapan “Luas tapi dangkal” diatas, dimana selain ilmu – ilmu yang berkaitan dengan ilmu rekayasa dan ke-teknik industrian, kita juga dibekali ilmu sosial (ex : Komunikasi Profesional, Perancangan Organisasi, Psikologi Industri) selain ilmu – ilmu dasar rekayasa seperti Kalkulus dan Fisika Dasar. Sekarang tinggal muatan dari masing – masing ilmu dasar tadi, apakah sudah disesuaikan dengan ilmu ke-teknik industrian atau masih cuma berhenti pada rumus dan metode.

Poin 3 : “specify, predict, and evaluate the result to be obtained from such system”

Poin ini menurut saya adalah kelanjutan dari Poin 1 diatas, yaitu untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi. Menspesifikasikan berarti menjelaskan dan mendefinisikan masalah sejelas – jelasnya untuk menyamakan persepsi, sehingga tidak terdapat miss-understanding. Setelah masalah dispesifikasikan, selanjutnya adalah memprediksi kinerja sistem agar memenuhi ukuran performansi yang diharapkan. Tahapan ini berarti kita melakukan perancangan sistem untuk meningkatkan ukuran performansi sistem. Setelah melakukan perancangan maka selanjutnya adalah mengevaluasi ukuran performansi sistem apakah sudah sesuai seperti yang diharapkan. Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan feedback terhadap perbaikan sistem ke depan.

Satu lagi pertanyaan yang sering muncul : “Anak Mesin bikin Motor, Anak Sipil bikin Gedung, Anak IT bikin software, Anak Elektro bikin robot, Lalu Anak TI bikin apa?” atau pertanyaan lain yang serupa dengan pertanyaan sebelumnya : “Kalo kita belajar mbubut, kalah ma anak Mesin, kalau belajar bikin software, kalah ma anak IT, lalu spesifikasi kita dimana?”.

Menjawab pertanyaan itu, saya pikir kita harus kembali ke kata Multidisiplin mengingat begitu ruwetnya permasalahan yang ada di dunia nyata. Sehingga dengan kurikulum yang ada diharapkan kita dapat menjadi orang yang “fleksibel” terhadap berbagai kebutuhan kerja, karena kita dibekali oleh kemampuan perancangan, analisis, dan pemecahan ala “teknik industri” (baca kompetensi-dan-tantangan-profesi-teknik-industri-sritomo-wsoebroto.) Dengan pendekatan inilah seharusnya kita memiliki pola pikir terstruktur analitis terhadap suatu masalah dalam sistem untuk menciptakan sistem yang lebih baik dari sebelumnya.

Note : Tulisan ini terinspirasi oleh tulisan Pak Hidayatno, dosen TI UI


Januari 15, 2009 - Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya dan Teknik Industri |

11 Komentar »

  1. mnurut saya,,di TI sendiri kurang spesifikasi,,kita banyak tahu tapi tidak tahu banyak,,,berbeda dengan teknik yang lain yang sedikit tahu tapi tahu banyak,hehehhe…..kita mempelajari banyak hal tetapi hanya muka atau istilahnya setengah”…ya jadinya banyak tahu tapi tidak tahu banyak,,,piye jal

    ya makanya mari kita cari tahu….

    Komentar oleh aLeFtoria Fahmi | Januari 20, 2009 | Balas

  2. kurang setuju sama aleftoria fahmi
    pengetahuan itu sendiri akan didapatkan saat kita mulai mencari sendiri keahlian mayor di tingkat2 akhir

    dari sinilah keuntungan menjadi seorang TI,

    Ya..ya..saya sepakat..meskipun diwal kelihatannya banyaaaak sekali disiplin ilmu yang kita dapatkan, namun diakhir nanti kita diharapkan untuk dapat memilih untuk mendalami salah satunya (sesuai minat kita)..Dengan catatan, minimal basic ilmu TI harus kita kuasai…

    Komentar oleh gallostinspace | Januari 30, 2009 | Balas

  3. Bèner bangèt tek. industri mèrupakan teknik yg bljr bnyk disiplin ilmu tp sayang cuman separo2,keuntungannya qt bs th sma ilmu2 maka itu qt bs bnyk belajar apapun tgl kalian ja anak2 industri lbh suka yg mn ilmunya logistik, inventory, ppic or yg lain dèh dr situ elu2 bs lbh fokus..Belajarlah ilmu teknik industri yg tdk dipelajari oleh anak jurusan laindr situ elu2 akan lbh paham apa itu teknik industri..Kelemhn dlm dunia kerja terkadang mrk yg tdk bergrk dlm manufactur agak kesulitan untuk menaruh anak industri,tp ingat ini bkn hrg mati lho!!PD aja lg..Tp kl yg bergrk dlm manufactur slhkan bermain2 dgn dunia PPIC km akan lbh bnyk diuji dgn pelajrn dikuliah psn gw buku2 or contekan2 jmn kuliah jgn dibuang coz useful dèh n jgn lp di up date trs..Sory y daniel gw jd curhat nèh..he..

    ga papa mbak nyantai aja.. kalau didunia nyata(kerja) saya belum begitu tahu bnyakk..Namun, dari beberapa curhatan senior, terkadang ada beberapa pihak (oknum) yang belum mengerti lingkup teknik industri, sehingga sering salah kaprah…
    Thanx buat clue2nya mbak…Saya sendiri termasuk yang suka meng”koleksi” artefak2 kuliah seperti itu..

    Komentar oleh Tyas | Februari 10, 2009 | Balas

  4. Salam juga ya mas.. Saya dari teknik industri ITS (surabaya) nih..

    Komentar oleh chubbyme | September 11, 2009 | Balas

  5. assalamualaikum wr. wb.
    mas,
    permisi saya mau tanya nih selaku sesama teknik industri ,
    siapa yang ,menyebabkan atau mendorong anda masuk ke teknik industri ini?
    terima kasih.

    Komentar oleh RIKSA | Oktober 19, 2009 | Balas

  6. tolong dibalas ya kak,

    OK… sudah saya balas via facebook..

    Komentar oleh RIKSA | Oktober 19, 2009 | Balas

  7. ka,, blh bertanya kan ..
    menurut kk,, peranan teknik industri itu apa?
    prospek ke depan nya gmn?
    seorang lulusan teknik industri sebaik nya bkerja dalam bidang apa saja?

    Komentar oleh farina | Oktober 5, 2010 | Balas

  8. :: Alhamdulilah,,
    matur nuwun mas daniel atas posting ttg TI ini.. sya jdi terbantu menyelesaikan lporan di makul Pengntr TI..

    oya,, IE(Industrial Engineer) merupakn stu”nya engineer yg tau management.. nah ra mantep ngunu kui?? jdi insyaallah kita bsa kmna-mna..

    kpn” kita bisa share ya ms ttg TI..mnta bntuannya..suwun!!

    Komentar oleh Evi | Oktober 9, 2010 | Balas

  9. Wah bagus sekali artikel tentang TI ini, selain menambah wawasan saya ttg apa itu t.Industri, saya jadi lebih semangat untuk belajar ttg TI, mas-mbak. saya boleh minta tolong tidak? kalau buku-buku rujukan untuk anak TI apa saja ya?. Trims

    Komentar oleh Muhammad | Juli 4, 2011 | Balas

  10. salam kenal sebelumnya, saya sedang milih-milih jurusan untuk masuk ke universitas, teknik Industri jadi salah satu tujuan rencana jurusan yang bakalan saya masukin nih..
    mau nanya nih, sebenernya apa sih yang membuat teknik industri itu jadi benar-benar jurusan yang patut untuk dimasukin? hanya karena bisa mempelajari management disamping teknik kah? atau ada sesuatu di dalamnya yang membuat jurusan ini jauh lebih keren lagi dibanding jurusan lain gitu?

    terus, bila nanti udah lulus, bisa masuk ke kerjaan macam apa yaa contohnya?

    terimakasih~

    Komentar oleh c_prasetiyo | Februari 17, 2013 | Balas

  11. menurut saya juga

    Komentar oleh HVLS Fan | April 23, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: