The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

TI UNDIP mengejar riset…

researchPagi dan Sore tadi, saya dan 2 teman saya yang lain (Mokhammad AKA Mamad – eks Ketua HM dan Budi Dharma – eks Ketua Prosesi dan eks Menteri di BEM) yang mewakili angkatan kami di DPA (Dewan Perwakilan Angkatan – red) diundang untuk mengikuti pertemuan dengan dosen dan himpunan dan sarasehan.. Kedua acara itu intinya adalah dengar pendapat antara Himpunan yang baru, Dosen dan Veteran HM (DPA) untuk “menyelaraskan” pikiran dalam penyusunan Program Kerja nanti berdasarkan visi Universitas Diponegoro menuju Universitas Riset.

Jam 9 pas bangun (soalnya malem habis begadang, jadi bangunnya molor…), mandi, bangunin Mamad, nungguin Mamad mandi..Terus berangkat ke kampus..

Acara pertama, rapat antara dosen, DPA dan Himpunan…Acara dimulai dengan paparan rancangan Proker dari Himpunan (HM) yang menurut saya seharusnya bisa disampaikan dengan lebih baik lagi, meskipun saya juga sepenuhnya memaklumi bahwa temen – temen HM ini baru saja menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) sehingga mungkin berimbas pada kurangnya persiapan dari temen – temen.

Untuk Proker dari HM…Ternyata – – seperti yang juga telah saya sampaikan ke HM – – hampir 90% sama dengan HM sebelumnya..Selanjutnya adalah paparan dari dosen..Dosen pertama,menjelaskan mengenai visi misi UNDIP..Dosen kedua – Dosen Pembimbing saya, menyampaikan materi yang cukup inspiratif..Mangenai perubahan zaman, perubahan pola pikir, perubahan tekhnologi, dan…The World is Flat (saya mo beli bukunya yang versi Indonesianya…Tapi ga kesampaian terus ni…)

Kemudian diskusi..sayang, diskusi tidak berjalan seperti yang diharapkan..HM yang baru tidak aktif bertanya..Hal ini disayangkan, padahal apa yang disampaikan oleh kedua dosen tersebut saya pikir masih cukup “abstrak” sehingga paling tidak seharusnya mereka banyak bertanya mengenai implementasi “teknis” mereka di proker nanti…

Jum’atan – Makan Siang – Sarasehan… Di sarasehan ini, cukup banyak yang kami bertiga sampaikan ke temen – temen Himpunan baik masalah format HM yang baru dan masalah yang menjadi judul diatas..

Masalah pertama : HMTI sekarang mencoba untuk memakai format baru..Yaitu format 3 angkatan, dimana ketua – dipegang angkatan 06 – sekum hingga kadiv angkatan 07 – dan staff 08. Seperti biasa, perubahan akan selalu menuai tanda tanya dan pro-kontra..Sebenarnya ini sudah kali ketiga kami memberikan pengertian ke temen – temen 2007…Tapi rupanya masih saja ada pertanyaan seputar “perubahan” ini…

Memang..Perubahan tidak selalu membuahkan sesuatu yang lebih baik..Namun, tanpa perubahan tidak akan ada pembaharuan…Dan sebaiknya kita semua harus percaya bahwa perubahan ini akan membawa ke Himpunan yang lebih baik..

Demikian pula dengan perubahan format ini…Selama ini, Himpunan selalu identik sebagai Himpunan Angakatan..Nah, yang ingin coba kami ubah adalah tradisi itu, Himpunan Angkatan akan cenderung mengurangi profesionalisme himpunan itu sendiri, Ketua Himpunan kadang juga “prematur” alias kurang pengalaman…

Dengan adanya format baru ini diharapkan Ketua benar – benar menjadi “sosok” bagi teman – teman dibawahnya dan HMTI benar – benar menjadi Himpunan yang profesional…Benar – benar menjadi kolaborasi apik dari 3 angkatan..

Masalah kedua : Riset..Dari sarasehan ini, tebakan saya ternyata benar, bahwa temen – temen HM masih bingung riset itu seperti apa dan implementasi ke Himpunan itu bagaimana…Dari sarasehan ini, saya mencoba menyampaikan riset sesuai dengan apa yang pernah disampaikan dosen pembimbing saya, bahwa di TI ini sedang akan dicoba “mengkaderisasi riset” melalui pembentukan tim riset..Jadi penelitian temen – temen nantinya akan bisa diteruskan oleh adik kelasnya..Nah, dalam tim riset itu, idealnya adek kelasnya akan diberikan materi mengenai konsep dari penelitian yang sedang dikerjakan, tools yang dipergunakan, hingga ke urusan teknisnya..Karena menurut saya, orang yang melanjutkan penelitian seseorang seharusnya lebih “matang” dari segi materi daripada perintisnya…Nah, kalau semuanya di”jatuhkan” waktu TA…Bisa – bisa ga lulus 2 nih…

Ngomong – ngomong masalah riset…Saya pikir riset adalah budaya..Saya percaya pepatah ini : “Dosen membukakan pintu, Mahasiswa masuk sendiri”…Nah, seharusnya ada kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen..Namun sampai saat ini, saya pikir belum banyak dosen yang berpikir kearah sana..

Saya juga berpendapat bahwa untuk riset, diperlukan mentalitas dan integritas yang baik…Sikap pantang menyerah..Kebiasaan untuk ber-positive thinking..Mau berbagi..Hal inilah yang seharusnya ditanamkan ke mahasiswa sejak dini..Untuk itulah, seharusnya prosesi (penerimaan mahasiswa baru) harus dapat mengakomodir tujuan tersebut diatas…Bagaimanapun caranya…(Itulah makanya saya tidak sepakat bila prosesi ini dihapus..)

Namun, naif sekali bila kita lalu meng”kambing hitamkan” dan terlalu berharap banyak dari prosesi…Mau di prosesi sebagus apapun, kalau stakeholder yang lain (salah satunya dosen) tidak mendukung terciptanya budaya riset, ya sama juga bohong..

Ambil contoh : Ada berapa banyak dosen yang setiap ujian dari tahun ke tahun soalnya sama (hanya diganti angkanya)?? Ada berapa banyak dosen yang selalu memberi tugas yang tidak bermutu (tulis tangan dan mudah di copy paste, dan kemudian tidak diperiksa)?? Atau…Lihat saja waktu masa KP, Berapa banyak laporan KP di RBTI dipinjam?? (Mending – mending kalau cuma dijadikan salah satu refensi..Lha ini dijiplak mentah – mentah!!!)

Atau rendahnya budaya baca?? – Dosen saya pernah menyampaikan keprihatinannya…Kebanyakan mahasiswa harus dipaksa untuk membaca atau baru insaf setelah mengerjakan Tugas Akhir..

Selama ini, penelitian masih menjadi formalitas saja dalam menyelesaikan Tugas Akhir, belum menjadi semacam kebutuhan yang terintegrasi pada aktivitas kuliah..

Nah, selama mindset ini belum dirubah..Ya sama saja menggarami air laut..Untuk itulah, saya mewacanakan ke HM kalau mereka tidak usah terburu – buru mendirikan wadah riset..Tapi, diskusi dulu ke dosen, tangkap arahan dari dosen, konsultasikan langkah – langkah teknis ke dosen..Dan saran saya..mulai dengan langkah kecil..Gak usah berpikir yang wah – wah dulu aja…Takutnya, kalau terburu – buru mendirikan wadah malah tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan…

Saya mengusulkan untuk memulai dengan hal – hal yang sederhana, seperti memfasilitasi seminar penelitian TA yang dihadiri oleh umum (adik kelas dibawahnya), sehingga paling tidak tergambar penelitian yang sudah dilakukan seperti apa..Mulai dengan memfasilitasi keikutsertaan lomba..Mulailah dengan sesuatu yang sederhana namun konsisten menuju tujuan yang kita harapkan..

Salah satu teman saya pernah mewacanakan – seperti yang katanya sukses dijalankan di Jurusan lain, untuk dilakukan penjurusan menjadi 2 yaitu organisasi dan riset..Namun menurut saya wacana itu terlalu prematur..Sayang kalau ada temen yang pandai membagi waktu sehingga sebenarnya dapat membagi waktunya dengan baik antara riset, kuliah, organisasi, bahkan lab, namun gara – gara penjurusan itu – andaikata memilih riset, namun tidak digarap dengan baik…Maka talenta yang dia miliki akan terbuang sia – sia..

Untuk itulah, mari kita sama – sama membuka diri, bertukar pikiran sehingga apa yang direncanakan tidak hanya sebatas wacana..Saya pikir salah satu tujuan prosesi adalah menanamkan rasa kebanggan kita terhadap almamater..Sehingga berangkat dari komitmen tersebut, diharapkan kita semua peduli, kita semua bersemangat…Untuk menjadikan TI yang kita cintai ini lebih baik dari waktu ke waktu dari masa ke masa..

TI Jaya…

Januari 16, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya | ,

4 Komentar »

  1. diantara semua usul, yang dikhawatirkan akhirnya menguap, aku paling setuju sama ide memfsilitasi sen\minar TA agar bisa dihadiri oleh adik angkatan. Biarpun gak mudheng, tapi mereka mulai punya gambaran. dan jangan ditakut-takuti. tanamkan seolah2 besok mereka yang presentasi. Jadi mikir dikit,biar nasibnya gak kayak aku…hihihi…molor gini. Demi TI JAYA

    Makanya itu gi, aku usul ke Himpunan biar bikin kegiatan kecil2an tapi berarti..Ga usah muluk2.. Pelan tapi pasti… Btw, kita ga molor kok, orang masih 4 tahun lebih juga..I think it’s normal for engineering faculty…

    Komentar oleh anggi | Januari 31, 2009 | Balas

  2. TI tu teknik industri to ?? baru tahu aku…hehe.

    Gubrakk..!! 😯

    Komentar oleh 3gitar | Februari 3, 2009 | Balas

  3. mas daniel..
    mampir nih ke blognya..
    hoho…
    saya sependapat mas,
    pemahaman yang gak merata di semua individu fungsio mengenai himpunan dan arahnya juga menjadi hambatan,
    ya itu tadi,
    berdampak pada proker yang 90% sama..

    perlu bantuan ni mas, buat membuat himpunan lebih baik..

    btw..
    sekedar curhat, saya kurang setuju sama kerja DPA sekarang,
    disaat saya masih nego proker sama bapak dosen, DPA gak pernah tahu menahu tntang proker apa yang dihilangkan,,,
    hikshks

    Komentar oleh viavi | Juni 8, 2009 | Balas

  4. Saya lebih tertarik dengan kasus dimana budaya kita di TI undip sangat minim sekali dengan yang namanya membaca.Mayoritas mahasiswa di TI tidak menemukan nikmatnya membaca.Minimnya membaca menyebabkan rasa ingin tahu yang minim juga.Mayoritas mereka tidak memiliki pandangan ke depan.Mereka hanya menjalani kehidupan mahasiswa sesuai arus.Banyak yang berkata”Oalah mas2,mikirin yang sekarang aja udah mumet dan g ada waktu main ko malah disuruh mikir rencana ke depan, baca2, Apalagi TA.TA dipikir ntar aja lah.Ntar klo udah semester tua aja baru baca”.Sungguh dilema bukan..Jadi, jangankan memulai riset sebagai sebuah budaya,ato ngerjain tugas copy paste. Yang dicopy di baca aja engga. Semua memang kembali kepada masing2 individu, namun saya setuju jika ada yang memotivasi dan memfasilitasi.Tidak harus bacaan yang harus dibaca adalah buku pelajaran, tapi buku apapun. Dengan memulai dari membaca sesuatu yang menarik perhatian mereka, pasti akan merambah membaca yang lain. Dan seperti biasa, hal itu seperti virus yang akan dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru TI.Yang jelas, kita semua ingin generasi yagn lebih baru lebiih matang dan lebih baik dari generasi sebelumnya..TI JAYA

    Sepakat mas Heru!! Thanx for comming bro…

    Note : beliau ini temen riset saya…

    Komentar oleh heru | Agustus 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: