The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Pelajaran dari Hancock : Personal Branding

Beberapa hari yang lalu, saya dan temen – temen nonton film yang membuat saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini..Hancock..Mungkin sebagian temen – temen sudah menonton film yang dibintangi aktor kulit hitam, Will Smith – yang juga membintangi film yang juga inspiratif yang lain “Pursuit of Happiness” . Film ini memiliki cerita yang unik, mengisahkan seorang superhero semacam Superman gitu lah..namanya kalau ga salah John Hancock (Will Smith) – yang berkelakuan tidak seperti layaknya superhero. Pemabuk, Pemarah, Pengumpat, belum lagi didukung dengan pakaiannya yang compang – camping..Memang sih, si Hancock ini memiliki “niat baik” untuk memberantas kejahatan..Tapi cara dan dampak dari kerusakan yang dibuat si Hancock dalam memberantas kejahatan ini jauh lebih parah dari kejahatan yang dilakukan oleh penjahat itu sendiri…

hancock-the-movie1

Ambil contoh,saat si Hancock ini mengejar sekelompok bandit dalam aksi kejar – kejaran dijalan, yang endingnya si Hancock ini malah menancapkan mobil si bandit ke gedung pencakar langit (maklum, lagi bis bangun tidur..malemnya bis teler lagi..)..dan masih banyak lagi ulah si Hancock..Sampai akhirnya si Hancock ini ketemu sama semacam konsultan marketing (saya lupa namanya) yang diselamatkannya dari tabrakan kereta..Nah, si konsultan ini lah yang membantu Hancock untuk mengubah cara hidupnya, mulai dari kebiasaan mabuk – mabuk, cara berpakaiannya, hingga cara memberantas kajahatannya (biar lebih “sopan” dikit)..Hingga dia tidak diumpat a** h**e lagi..

Nah,dari film Hancock ini saya kemudian teringat apa yang dulu pernah saya diskusikan dengan kakak sepupu saya sewaktu SMA..Waktu itu, kakak sepupu saya itu bilang kalau kita harus pandai – pandai memanfaatkan faktor subyektifitas dalam diri manusia..Seperti halnya Hancock, berbuat baik sekalipun bila cara menyampaikannya salah, dan orang sudah “bad estimate” dulu dengan kita..Jadinya ya seperti Hancock malah dibenci bukannya dihargai..(Saya sendiri waktu SMA juga sering di under estimate-kan oleh guru saya). Saya pikir John Hancock dan saya pernah memiliki kesalahan dalam hal personal branding .

Singkat kata, Personal Branding adalah persepsi atau pendapat seseorang (dan juga banyak orang) terhadap kita..Seperti halnya cerita dalam film Hancock, kita sebenarnya dapat menciptakan personal branding seperti yang kita inginkan. Kita tidak perlu menjadi orang lain agar orang lain menilai kita baik. Just be yourself!!. Saya sangat percaya kalau setiap orang itu unik. Keunikan masing – masing dari kita ini menjadi modal dasar untuk membangun personal brand yang kuat. Tidak peduli seperti apa kondisi kita saat ini, tapi selama kita bisa mengembangkan keunikan kita itu secara tepat, maka diri kita akan terlihat sangat berbeda dengan yang lain dan menjadi menarik. Keunggulan ini bisa kita pakai nantinya untuk mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi diri kita dan orang banyak.

Bila kita analogikan diri kita adalah sebuah produk, maka untuk memperoleh personal brand yang baik pertama-tama yang dibutuhkan adalah “produk” yang baik. Produk di sini dapat berupa keahlian, attitude, penampilan, cara bicara dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah reputasi. Setelah itu, diperlukan cara mengkomunikasikan reputasi atau produk tersebut. Cara mengkomunikasikan bisa melalui diskusi, menjadi pembicara, terlibat dalam organisasi, hingga blogging. Untuk mengetahui Tips Personal Branding lewat blogging, silakan klik link ini (dari Pak Romi Satri Wahono) dan link ini (dari Perintis WordPress, Matt Mulleweg).

Memiliki personal branding yang baik saja ternyata tidak cukup. Kita harus membuat orang lain tahu bahwa kitalah si pemiliknya. Buang jauh-jauh rasa malu dan keengganan memperlihatkan kemampuan sendiri dari orang lain. Tentu saja dengan cara yang positif. Pelajari cara mempromosikan diri yang sopan dan tidak terkesan membual apalagi menyombongkan diri. Ambil contoh : jadilah aktif dalam bertanya (kritis) saat aktivitas kuliah atau seminar (itulah mengapa saya sering bertanya saat temen – temen seminar, selain memang karena saya bingung terhadap materi yang disampaikan), jadilah pribadi yang “terbuka”, dan membuat personal blog untuk mengapresiasikan atau mengaktualisasikan pikiran,pendapat, dan prestasi kita.

Dari artikel Pak Romi mengenai Personal Branding di blog, ada satu poin yang menurut saya sangat menarik yaitu : Bangun Komunitas dan Network Lewat Berbagai Layanan Social Network. Sekarang ini banyak layanan social network di internet seperti Facebook, Friendster, Del.icio.us yang dapat kita manfaatkan untuk me”masar”kan diri kita lewat tulisan – tulisan kita .Namun pastikan berita yang beredar sesuai dengan pesan yang ingin kita sampaikan, jangan sampai orang menjadi salah menilai dikarenakan kesalahan penyampaian kita (hal ini juga sering saya alami saat berdiskusi di dunia maya).

Jadi sekarang, apakah personal branding teman – teman sudah sesuai dengan yang teman – teman harapkan? Kalau belum, mari kita bangun mulai dari sekarang..Tetapkan dahulu apa yang ingin orang lain lihat dari diri kita, sudahkah selama ini attitude kita mendukung tujuan kita ini? Mari kita mulai dari langkah kecil namun konsisten sehingga personal branding kita sudah sesuai dengan yang kita inginkan. Jangan sampai seperti Hancock, berbuat baik saja susah gara – gara memiliki Personal Branding yang buruk.

Januari 22, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya dan Hobi |

1 Komentar »

  1. wah niel…
    aku punya pendapat lain dari pelm nehhh..
    kesimpulan menurutku yaitu, HERO belum tentu dikehendaki oleh manusia karena ada point of view yang berbeda pada setiap manusai… kebutuhan ada jika manusia bener2 membutuhkan, itu merupakan cerminan egoisitas manusia…

    Mmmm..gimana ya bud..Saya lebih melihat kalau cara si Hancock dalam memberantas kejahatan itu salah ditambah penampilannya yang ugal – ugalan sehingga orang malah menolak kebaikannya…

    Komentar oleh budi dharma | Januari 23, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: