The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Sekilas Tentang Internet Sehat

int_sehatTeknologi..selalu membuka banyak peluang..termasuk peluang untuk disalah gunakan..Termasuk didalamnya teknologi internet.. Buanyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari internet, bagi saya pribadi..Internet sangat banyak membantu saya belakangan ini terutama dalam menyelesaikan Tugas Akhir saya (kebetulan TA saya ini membuat software, sehingga hampir 60% listing yang saya buat ini hasil dari diskusi di forum, copy paste dari situs,dlsb).. Belakangan ini, saya juga lagi kena FB addicted ma blog addicted.. Yah..itung2 buat ngisi waktu luang pa nunggu download-an kelar..

Namun, saya juga punya pengalaman buruk dengan internet ini..Mulai dari komputer kena virus gara – gara niatnya download crack pa cheat eh..ternyata sudah terinfeksi virus..Hingga pengalaman negatif (beda lho dengan pengalaman buruk) seperti : situs – situs dan media por**o  (saya sendiri sebenarnya belum pernah download yang kaya gituan,  cuma konon kabarnya temen – temen dapet film, gambar, pa media kaya gituan dari internet)..

Terkadang saya berpikir, besok kalau saya sudah nikah, punya anak terus pasang internet..Bahaya ga ya?? Anggap saja rumusnya begini : Saya lebih tidak gaptek dari ayah saya..Lha jangan – jangan nanti anak saya jauh lebih ga gaptek dari saya terus nanti anak saya ini make internet untuk hal yang negatif..

Nah, semuanya kembali ke seruan Mantan Presiden Amerika, Bill Clinton yang menyatakan bahwa :

“We must recognize that in the end, the responsibility for our children’s safety will rest largely with their parents. Cutting-edge technology and criminal prosecutions cannot substitute for responsible mothers and fathers. Parents must make the commitment to sit down with their children and learn together about the benefits and challenges of the Internet. And parents, now that the tools are available, will have to take upon themselves the responsibility of figuring out how to use them.”

Saya berpendapat bahwa memang betul apapun yang terjadi dengan teknologi, kita tidak boleh lengah dengan menyerahkan semuanya pada kemudahan teknologi, kaitannyaa dengan internet, orang tua harus turut aktif memantau tanpa mengatur, memposisikan diri sebagai teman, dan punya niatan untuk sit down with their children and learn together about benefits and chalenges of The Internet.

Selain itu kehadiran teknologi tidak lantas dijadikan alasan untuk menggantikan peran manusia, ambil kata e-learning menggantikan guru atau dosen..Sampai kapanpun, e-learning seharusnya terdapat pada posisi sebagai alat bantu, bukan sebagai media pengganti. Kalau semua-muanya diganti dengan tekhnologi, entah itu robot, komputer, jangan – jangan 50 tahun kedepan film Matrix ma Terminator kejadian beneran nih..

Nah berangkat dari motivasi ini, saya turut mendukung kampanye Internet Sehat (situsnya dapat di klik disini) dengan sekadar mendownload materinya (bisa diklik disini) atau mengikuti lombanya…Juga bila ternyata temen -temen punya account di Facebook silakan join groupnya (klik disini)

Terlebih, dari salah satu materi yang diberikan oleh internet sehat diperoleh informasi bahwa (saya copy paste dari ebooknya) :

Khusus untuk perilaku pengguna Internet di Indonesia, Google Trends memaparkan sejumlah data. Ternyata meskipun jumlah pengguna Internet masih terkonsentrasi di ibukota, Jakarta hanya menduduki posisi ke-5 kota dengan jumlah pencari konten dewasa dengan memasukkan kata kunci yang sangat umum, ‘sex’. Setelah Jakarta, kemudian disusul oleh Bandung. Adapun jawaranya adalah kota Semarang, kemudian Yogyakarta, Medan dan kemudian disusul Surabaya.


Jika kita mencari dengan kata kunci ‘sex’ di Google, maka akan muncul 662.000.000 situs, 568.881 video, 157.000.000 gambar dan 111.057.569 blog. Maka dapatlah terbayang, bagaimana upaya untuk menyaring informasi dari sekian banyak sumber tersebut. Apalagi jika harus dipilah antara informasi ‘sex’ yang layak untuk keperluan pendidikan kesehatan, ilmu bercinta ataupun sekedar sebagai pemuas birahi belaka.

Industri pornografi bukanlah industri kacangan. Bahkan pada 2006 saja, gabungan penghasilan (revenue) dari sejumlah perusahan teknologi papan atas semisal Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo! dan Apple, tak akan mampu mengimbangi pendapatan dari bisnis pornografi dengan pemasukan mencapai lebih dari US$ 97 miliar tersebut.

Dengan perputaran uang yang besar dan persaingan yang ketat, maka industri pornografi, yang diyakini sebagai industri online paling menguntungkan, kerap menjadi perintis dalam kelahiran ataupun optimalisasi atas sejumlah teknologi baru yang kemudian setelah itu diadopsi secara luas dalam dunia Internet. Sejumlah teknologi tersebut, menurut penelitian yang dilakukan terpisah oleh USA Today, Adult Video News dan Nielsen/NetRatings, terbagi atas teknologi yang berdampak positif dan negatif.


Teknologi yang positif adalah video-audio streaming, layanan berbayar video-on- demand, piranti lunak digital-rights management, piranti lunak geo-location (program pelacak lokasi pengguna Internet), konten tersegmentasi dan layanan konten nirkabel melalui ponsel. Adapun teknologi yang negatif, setidaknya bagi sebagian kalangan, adalah spam, iklan pop-ad dan cookies (program pelacak aktifitas di Internet).


Bahkan dipercaya pula bahwa layanan tayangan video olahraga dan musik yang dapat dinikmati melalui ponsel saat ini adalah hasil penggodokan yang dilakukan pada industri pornografi sebelumnya. Termasuk pula teknologi yang dapat menyajikan konten dan iklan di PC atau piranti nirkabel, berdasarkan demografi dan perilaku penggunanya.

Jadi sudah sewajarnya kita mengkaji ulang, bagaimana agar sebuah teknologi yang lawas dan biasa saja, seperti piranti lunak penyaring (filter) konten, dapat berhadap-hadapan dengan para jawara penghasil teknologi konten masa depan. Ini ibarat David melawan Goliath!

Nah, kalau sudah begini bagaimana?? Pemerintah sendiri sudah berusaha memproteksi dengan serangkaian UU dan penerapan teknologi..Namun, tetap saja peran keluarga dan pendidikan tetap menjadi tameng yang ampuh dalam pencegahan pengaruh negatif internet..

So, Let’s Join This Campaign!! Stop Internet Abbuse!!

Februari 3, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya dan Komputer |

3 Komentar »

  1. Saya setuju bahwa dampak daripada kemajuan tekhnologi harus dikembalikan kepada rasa tanggung jawab kita sebagai orang tua dalam mengendalikan kegiatan putra-putri kita dalam mencernanya. Jangan sampai tekhnologi yang seharusnya turut serta membantu mereka dalam mencari pengetahuan justru melemparkan anak-anak kita ke dalam jurang kenistaan penuh dosa. Dan ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
    Undang-undang Antipornographi yang telah disyahkan Legislatif beberapa waktu lalu saya rasa belum cukup apabila kita tidak benar-benar memperhatikan tingkah laku putra-putri kita masing-masing.


    Sepakat..Karena teknologi selalu memliki peluang untuk disalahgunakan

    Komentar oleh rudi | Februari 5, 2009 | Balas

  2. Artikel yang luar biasa!

    Salam Sukses!
    Donny Wijaya
    Penulis & Founder
    http://www.rahasiajutawaninternet.com

    Komentar oleh Internet Marketing | Februari 6, 2009 | Balas

  3. saya berharap, nilai” pendidikan akhlak kembali ditegaskan disekolah” guna melindungi mental” anak” bangsa ini kedepan dengan perkembangan teknologi ini.

    Komentar oleh rumah tenun troso | Desember 29, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: