The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Saya (ingin) Berhenti Merokok

8_resizeNote : Sebelum anda meneruskan membaca, artikel ini bukan berisi  tips untuk berhenti merokok, tapi “curhatan” perokok yang kepengen banget berhenti merokok (sekaligus minta do’anya semoga bisa berhenti merokok)..

Merokok.. Ya, biar kata MUI bilang merokok itu haram..Biar kata di bungkus rokok ditulisin “Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, bla.. bla.. bla..” tapi rasanya susaaaaaahhh sekali meninggalkan kebiasaan ini.. (bahkan saat posting tulisan ini pun saya kepingin merokok)..

Kalau hidup itu seperti radio, akan saya rewind hingga saat saya pertama kali mengenal rokok, saat saya pertama kali menghisap rokok.. Kelas 3 SMP..(Saat itu saya memang sedang bandel – bandelnya..)..Karena..Sekali menghisap rokok, konon katanya.. Nikotin dalam rokok akan tiba diotak kita dan menyulutkan rasa nikmat, meningkatkan denyut jantung..Semacam perasaan “ekstravaganza”.. Nikotin lah yang membuat kecanduan, tapi rokok lah yang membunuh para perokok.. This is why I must stop smoking… When I’m smoking, my cigarette is the one who smoke me, not me!! (Just like the picture..)

Pemerintah Inggris dalam rilisnya menyatakan 70% perokok ingin berhenti tapi terhalang oleh kekuatan nikotin dalam diri mereka.

Action on Smoking dan Health (ASH), sebuah lembaga amal internasional merilis : “Hanya satu dari lima orang yang berusaha berhenti merokok berhasil menghentikan kebiasaan mereka selama satu tahun, sedangkan 3% berhasil menghentikan kebiasaan tersebut dengan keinginan kuat saja

Keinginan kuat ini akan muncul saat kita sudah bertemu dengan akibat hebat dari merokok, saya ingin mencontohkan Pak De dan Bu De saya yang keduanya pernah menjadi “perokok berat”..Keduanya berhenti setelah Pak De saya terkena stroke ringan..Dan dokter mengharuskan mereka untuk berhenti merokok..Alhamdulilah sekarang keduanya berhenti merokok dan Pak De saya sembuh dari stroke – nya..Keduanya keliahatan lebih segar sekarang.. Salut untuk Pak De dan Bu De saya..

Cuma, masalahnya adalah keinginan kuat itu sendiri..Menemukan motivasi untuk berhenti merokok..Saya pribadi sekarang sedang berusaha untuk “mengurangi” aktivitas merokok..Motivasinya?? Sampai saat ini yang memotivasi saya masih masalah kesehatan, saat itu ketika saya periksa ke THT mengenai hidung saya yang suka bersin – bersin, saat memeriksa tenggorokan saya, THTnya bilang : “waduh mas, tenggorokannya lusuh sekali, masnya merokok ya??” saya jawab :”lusuh gimana dok??” THT : “kaya kertas diremas2 itu lho mas..” saya jawab : “parah dok??” THT : “biasanya sih penyakit2 berat kan dimulai dari yang kaya gini – kaya gini dulu mas..”

Wah..seketika itu juga..Ibu saya langsung melarang saya merokok..Saya pun juga saat itu langsung berniat untuk berhenti menghisap “Berhala 9 mm” ini..

Tapi..Kalau ga salah motivasi itu hanya bertahan 2 bulan saja..Setelah itu saya “kebobolan” lagi..

Biar bagaimanapun, rokok ini cukup memberikan kontribusi positif bagi saya, menemani saya saat harus begadang mengerjakan tugas hingga buang hajat dipagi hari.. teman saat santai, teman setelah makan, saat kumpul dengan teman…Konon katanya Sultan Agung itu perokok berat lhoo..

Walaupun sebenarnya.. Tanpa rokokpun sebenarnya saya masih bisa tetep buang hajat, tanpa rokok pun tugas tetep selesai, tetap bisa bersantai..Tapi sayang “nikotin” diotak saya menjawab “Ahh.. mereka kan belum pernah merokok.. Belum pernah merasakan enaknya rokok dan susahnya berhenti merokok” – jadi saran saya kalau anda ingin memberi nasehat bagi temen yang masih merokok padahal anda belum pernah sama sekali merokok – berikan nasehat secara persuasif – jangan “sok” menasehati seolah – olah anda pernah merokok dan bisa berhenti sama sekali – Kata Mario Teguh : “Jangan sampai orang menolak kebenaran yang anda sampaikan hanya karena cara penyampaian anda yang salah”

Seorang perokok pasti punya pembenaran supaya dia tetep merokok, ambil contoh, ada tulisan : “Satu batang rokok mengurangi umur anda sehari (saya lupa pastinya berapa)” , dengan cepat “nikotin” di otak saya menjawab : “Lha umurkan di tangan TUHAN bukan ditangan rokok??” Padahal sebenarnya, kalau dipikir – pikir lebih jauuuuuuuuuuuuuhhh dan lebih dallaaaaaaam lagi, kalau kita merokok, kan bukan cuma kita yang kena getahnya, tapi juga orang sekitar yang jadi perokok pasif, terus kalau kita kena kelainan gara – gara rokok, terus kita mati muda, kena kanker..kan kasian orang tua, saudara, pacar,temen – temen, dosen pembimbing, kajur (halah opo to..?!!) yang mencintai kita kan?? Beda ceritanya kalau anda “terdampar” dihutan belantara sana…

Sekarang ini, saya masih dalam tahap “pemulihan”, akan sangat sulit kalau saya tiba – tiba berhenti merokok 100%.. Semuanya butuh proses, pertama saya mulai dengan TIDAK membeli rokok 1 pak (jadi rokoknya minta2 temen, kalo ga beli eceran aja – kalo ini lebih ke motivasi ekonomi, alias pengiritan uang saku🙂 ).. Asbak di kos saya singkirkan… hingga sering mengulum – ulum permen karet..

Saya sih berkomitmen, semoga saat nanti saya diterima bekerja, di lingkungan baru, saya bisa memperkenalkan diri saya sebagai orang yang bukan perokok…(Sepetti saran temen saya)..Tapi, semua itu tetap saja bukan sesuatu yang mudah…. Cuma yang pasti harapan saya : “Saya tidak mau mati muda, jangan sampai orang tua saya mengubur saya hanya karena rokok” That’s it..

Februari 7, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya | ,

11 Komentar »

  1. semua diawali dengan niat yang tulus dan ikhlas
    dan ingat jangan lupa bismillah

    Bismillahirahmanirrohim….. Nawaitun mandek ngrokok… (Halah opo to…)

    Komentar oleh budi dharma | Februari 7, 2009 | Balas

  2. bagaimana yel blogku sekarang???

    Komentar oleh iphank86 | Februari 7, 2009 | Balas

  3. niel ak inget ada temenku yang bilang gini niel…
    kalo kebiasaan buruk itu mudah untuk dihilangkan..
    Semudah menyadari kalau kebiasaan yang sering kita lakukan adalah BURUK…

    Damn!! I’ve made a “bloopers” again!! 😡

    Komentar oleh mamatte | Februari 8, 2009 | Balas

  4. Dua teman saya memiliki kejadian aneh ketika berhenti merokok setelah 2 tahun. Yang pertama, dia seorang dokter umum-setelah berhenti merokok selama 2 tahun DUS kena stroke berat-sampai “keple”. Yang kedua, berhasil berhenti rokok dengan alasan rokok kesukaan dia tidak diproduksi lagi-DUS jantungnya berhenti.
    Dan konon perokok itu awet muda tapi ndak mati tua. Ha..ha..
    Pilih mana?

    Kesimpulannya berarti Keep Smokin’ mas??

    Komentar oleh RCO | Februari 8, 2009 | Balas

  5. paling sebel sama orang yg ngerokok kalo mereka juga maksain di sekitarnya ngerokok juga (ngerokok pasif)..
    ayo niel ta dukung…mari hidup sehat tanpa rokok..:D..

    ma kasi vin!!

    Komentar oleh alfin | Februari 9, 2009 | Balas

  6. kok saya kurang yakin.. karena saya aja dah nyoba brhenti susah bener ya..
    tapi Anda bukan saya.. Saya juga bukan Anda.. hehe..
    Slamat mencoba berhenti jadi seorang Ahli Hisap..

    kalo bener bisa berhenti saya salut banget….
    kabari saya terus progress nya ya..
    Gutlak..

    Sama – sama mas..Moga – moga cepet2 dapet motivasi buat berhenti ngrokok…
    Cause without “hard motivation” i think it’s close to “imposible”..

    Komentar oleh Indra Hadi | Februari 9, 2009 | Balas

  7. sini2 rokoknya saya kasih sambel.
    biar kapok.
    hehhhe.
    tapi..kapok ngga ya?
    mudah2an deh..🙂

    Waduh, saya penggemar sambal nih… Piye jal??

    Komentar oleh dhilacious | Februari 9, 2009 | Balas

  8. Memang susah mas berhenti merokok, saya juga pengen berhenti tapi gagal terus..
    Buat saya rasanya tanpa rokok kurang bisa menikmati hidup..

    Sebenarnya, tanpa rokok pun kita bisa tetap menikmati hidup…
    Nikotin yang ada diotak kita lah yang selalu bilang kalo tanpa rokok kita ga bisa nikmatin hidup…
    Yah… semua emang ga instan, pelan – pelan asal ada niat…

    Komentar oleh Indra | Februari 21, 2009 | Balas

  9. bang klu mw berenti,tiap x klen semua mw ngrokok,cri pupny ayam ato dlm bhasa kasarny taek ayam trus tu taek klen colek,abistu letak di rokok….
    ak yakin dalam 1 miggu klen berenti ngrokok…..
    hehehe….

    nice advise.. alhamdulilah saya sudah 4 bulan ini ga ngrokok..🙂

    Komentar oleh RYAN | April 17, 2009 | Balas

  10. Ada solusi mudah dan murah utk berhenti merokok.
    Gunakan Quit Smoking Card, harganya hanya RP.100.000 (belum ongkos kirim) bisa berfungsi sampai 3 tahun. Tapi biasanya, tanpa “tersiksa” dalam proses berhenti, banyak perokok berhenti merokok setelah 4-6 bulan memakai kartu ajaib ini.
    Kalo mau tanya, kontak aja email: abiyah.quitsmokingcard@gmail.com —— dengan senang hati mereka dapat membantu anda.
    Mudah2an info ini bermanfaat, thanks.
    Eh .. katanya mereka juga cari agen2 tunggal di setiap kota di seluruh Indonesia …

    Alhamdulilah saya sudah berhenti… tetapi thanx infonya.. nanti coba saya infokan ke temen – temen saya…

    Komentar oleh Surya | Oktober 30, 2009 | Balas

  11. pakai obat herbal aja kalo berhenti dari merokok yang selama ini kita sudah coba beberapa tips tapi tep tdak bisa.
    kunjungi http://www.toksinbebas.wordpress.com

    Komentar oleh diabetesmu | Januari 27, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: