The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Selentingan Tuhan Saat Hujan

Well, cerita ini dimulai saat saya mengantar Indri (pacar saya 😉 ) ke terminal..Cukup jauh sih dari kos, pastinya jaraknya michelle_nguyen1ga tau berapa tapi perjalanannya sekitar 25 menitan lah.. Bis nyampe cegatan bus, dada bye – bye (halah opo to..) Terus balik deh..

Pas  balik tiba – tiba air menetes dari mulut (eh..salah, dari langit maksudnya)..Satu tetes, dua tetes, tiga tetes.. Pelan tapi pasti jadilah gerimis..Karena cuman gerimis, jadi saya cuekin aja..

Lama kelamaan, gerimis naik pangkat jadi hujan..Wkwkwkwk..

Cepet – cepet deh saya minggir make jas hujan.. Kebetulan saat itu ga cuma saya yang berteduh, ada 4 orangan lah..

Kunci langsung saya cabut masukkan ke belakang jok buat buka dashboard.. Saat tangan saya lagi sibuk buka kunci, mata saya malah seliweran ga jelas..Nah, tiba – tiba mata saya tertuju pada motor disebelah saya, dikendarai oleh bapak – bapak..

Karena hujan tambah galak, bapak itu tergesa – gesa hingga lupa menaikkan standardnya.. Nah spontan mulut saya bilang “Paaaak, standardnya..!!”

Sang bapak segera tersadar, lalu menoleh kebelakan, sambil kaki kirinya sibuk mengangkat standard..Matanya menatap saya sambil sedikit senyum lalu akhirnya sang Bapak berlalu…

Akhirnya dashboard terbuka, lalu buru – buru saya pake jas hujan, pake helm, nutup dashboard dan kembali menunggangi Shogun saya.. Lalu kunci saya tancapkan motor saya starter dan akhirnya saya geber motornya..

Tak beberapa lama kemudian, saat tikungan kekiri, rasanya motor saya menyangkut sesuatu disisi kiri hingga terdengar bunyi gesekan.. Ternyata…

eek

Standard motor saya masih belum saya benarkan, alias masih tersangga (just like the old man..)

Kaki kiri saya lalu berusaha menaikkan standard…Pikiran saya terbelah..Antara memikirkan “makna” kejadian itu dengan konsentrasi dijalan ditengah derasnya hujan.. Dan saya pun tersenyum..

Mungkin bagi sebagian orang, ini seperti sebuah kebetulan saja.. Namun tidak bagi saya waktu itu.. Saya pikir Tuhan sedang menegur saya, dengan cara yang sederhana..

Kalaulah ada pepatah “Kuman diseberang lautan nampak, namun gajah dipelupuk mata tidak nampak” mungkin cocok untuk menggambarkan kejadian ini.. Mudah memang “menasehati” dan “mengkritik” orang lain..Tanpa memikirkan kelayakan diri kita untuk menasehati dan mengkritik.. Saya kembali diingatkan oleh Tuhan, betapa diri saya ini lemah dan kecil bila dibandingkan dengan kuasa-Nya.. Saatnya saya instropeksi..Coba memperbaiki diri dahulu, sebelum mengkritik orang lain… Thanx ALLAH, You are my SAVIOR..

“If You Learn, You Must Change…  Otherwise It Is Meaningless

———————————

“Belajar hanya akan berguna bila terjadi perubahan dalam tindakan”

Februari 11, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya |

3 Komentar »

  1. Untungnya gak jatuh ya

    iya mas… untung ga ngebut..
    😆

    Komentar oleh Yudi | Februari 14, 2009 | Balas

  2. hmm, kadang kita mengingatkan orang lain yang kita sendiri belum tentu melakukannya …
    wah, selentingan juga buat saya nie …
    🙂

    Komentar oleh firman | Februari 16, 2009 | Balas

  3. hehehe… lha standartnya kan di bawah kaki … bukan dipelupuk mata… jaddi jelas gak keliatan dung… hehehe

    Komentar oleh anggra ayyadhon datta | Oktober 5, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: