The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Training Within Industry

twi2Intro…

Keberhasilan TOYOTA menjadi salah satu icon industri manufaktur dunia, membuat perusahaan ini ibarat DEWA di Jepang. Sehingga banyak sekali sekarang dibuat literatur – literatur yang membahas mengenai filosofi dan sistem produksi di TOYOTA ini. Sebut saja – yang paling populer – TOYOTA WAY karangan Jeffery K Liker, hingga THE ELEGANT SOLUTION oleh Matthew E. May. Seperti kita ketahui, pasca Perang Dunia II, negara Jepang hancur lebur ditangan Sekutu.. Hal ini tentunya berimbas pada hancurnya semua sektor kehidupan di Jepang termasuk didalamnya sektor industri.

Namun, seperti yang saat ini dapat kita sakasikan bersama, Jepang adalah salah satu raja industri di dunia..Kebangkitan industri di Jepang, selain karena karaketer orang Jepang sendiri yang pantang menyerah  dan pekerja keras adalah kerendahan hatinya untuk belajar dari bangsa lain didunia termasuk di Amerika. Termasuk “Training With Industry” ini yang dengan sangat baik dapat diadopsi Jepang dari Amerika.

Melalui salah satu komunitas yang ada di Facebook yang dipelopori oleh Pak Chilmar Buchari,  beliau adalah Meneger Produksi PT Yamaha Music Manufacturing Asia, saya banyak sekali mendapatkan informasi mengenai “Training With Industry”. Sekilas, materi yang disampaikan hampir sama dengan materi saat kuliah Lean Manufacturing System. Namun, tetap saja ada sesuatu yang berbeda, khas, dan informatif dari TWI ini.

Berikut adalah beberapa materi mengenai TWI yang saya coba sarikan dari blognya Pak Chilmar Buchari dan dari komunitas TWI di FB.

Sejarah

Training Within Industry (TWI) diciptakan oleh Departemen Perang Amerika Serikat yang berlangsung dari tahun 1940 hingga 1950 di bawah Komisi Sumber Daya Manusia untuk Perang. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan konsultasi industri yang berhubungan dengan perang, dimana para karyawannya banyak yang direkrut masuk militer AS, sedangkan pada saat yang bersamaan Departeman Perang menerbitkan permintaan penambahan amunisi, perbekalan, dll. Jelaslah bahwa kekurangan karyawan yang berkemampuan dan terlatih pada saat yang dibutuhkan akan membuat kesulitan untuk industri tsb.

Hanya training pekerjaan yang metodenya diperbaikilah yang akhirnya dapat memperpendek waktu pembelajaran tentang pekerjaan. Pada saat inilah TWI mulai banyak dipakai. Hingga akhir perang dunia ke-2, lebih dari 1.6 juta pekerja dari lebih 16.500 pabrik telah mempunyai sertifikasi ini.

Mengapa TWI menghilang dari Amerika ?

Walaupun TWI lahir di Amerika Serikat, mengapa TWI menghilang dari negara tempat dilahirkannya ? Salah satu teorinya adalah karena industri di Amerika Utara tidak mempunyai lawan bersaing pada tahun 1945. Dengan tidak adanya kompetisi untuk mencapai industri yang efisien, hanya segelintir orang saja yang melihat perlunya melakukan “perbaikan terus menerus”, sehingga pemanfaatan sistem TWI menjadi terbengkalai. Di sisi lain negara-negara yang kalah perang seperti Jepang, perlu memembangun kembali industrinya. Untuk kebutuhan tersebut, banyak trainer TWI yang didatangkan ke Eropa dari negara yang menang perang dunia ke-2, sedangkan untuk pengembangan TWI di Jepang dilakukan berdasarkan perintah dari Jendral Mc Arthur selama pendudukan Amerika.

Hubungan TWI dengan Lean (JIT) System

Walaupun program TWI mulai disingkirkan pada akhir perang dunia ke-2, tetapi metode ini diperkenalkan ke negara-negara kalah perang dunia di Eropa dan Asia. Sistem ini diterima dengan sangat baik di Jepang, dimana TWI membentuk sistem yang menjadi budaya kaizen di dunia industri.

Kaizen yang di dunia Barat dikenal dengan “Quality Circles” dipadukan dengan baik oleh Taichi Ohno (Bapak Sistem Produksi Toyota) dengan Just In Time. Bahkan ada suatu cerita pada saat Toyota mengembangkan sayapnya ke Amerika Serikat dengan mendirikan NUMMI(New United Motor Manufacturing) pada tahun 1984 bersama dengan General Motor, trainer dari Toyota membawa copy manual tua training TWI ke Amerika. Manual itu ditujukan untuk membuktikan bahwa pekerja Amerika di NUMMI dapat diajarkan dengan metode “Jepang” yang digunakan di Toyota. Jadi sebenarnya TWI adalah pelopor apa yang sekarang dianggap sebagai kreasi Jepang.

TWI menghasilkan dampak secara langsung terhadap pengembangan dan penggunaan sistem kaizen dan standar kerja di Toyota. Dimana untuk cara kerja diajarkan dengan cara Job Instruction dan metode kaizen merupakan keturunan langsung dari Job Methods, sedangkan Job Relations berdampak terhadap pengembangan struktur Team dan Grup Leader di Toyota.

Singkatnya dengan kata lain, salah satu penyebab keunggulan dari Toyota adalah penerapan TWI yang sangat berhasil.

Konsep Dasar dan Karakter TWI

Konsep dasar dari TWI adalah sebagai berikut :

  1. Menghargai manusia : Bila kita mengerjakannya, pasti bisa. Berkeinginan menghadapi tantangan.
  2. Pendekatan secara ilmiah : Melihat pekerjaan secara rasional.
  3. Berkontribusi pada negara : Melakukan kontribusi yang lebih kepada negara.

Karakter pelatihan TWI adalah sebagai berikut :

  1. Terstruktur. Bahan pelatihan TWI dibuat standard, mudah dipelajari dan mudah digunakan
  2. Dilakukan dengan cara diskusi dan praktek
  3. Mengutamakan kemampuan(skill) dibandingkan dengan pengetahuan, titik berat bagaimana supaya bisa melakukannya (praktek)
  4. Prosedur pelatihan : Dengan cara yang mudah dan segera praktek

Mengutip dari pendapat  Pak Chilmar Buchari  , bahwa pendekatan/pengajaran ala TWI ini sebagai suatu cara yang “mengena” dan “memperhatikan kemampuan individual”. Ternyata cara pendekatan yang memperhatikan kondisi individual seperti ini juga diterapkan dalam teori-teori psikologi terapi/komunikasi lain seperti NLP (Neuro Lingustic Programming), dll.

Untuk itulah beliau mengajak untuk  mempelajari dan menerapkan bersama cara-cara TWI ini.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai TWI silakan akses : http://www.twi-institute.com/



Februari 27, 2009 - Posted by | Saya dan Teknik Industri | , ,

5 Komentar »

  1. Hhmm..

    Menarik juga nich bisa memberikan ilmu baru,..

    Salam Bocahbancar….

    Senang bisa berbagi.. Salam Balik!!

    Komentar oleh bocahbancar | Februari 28, 2009 | Balas

  2. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya. I Like Relationship.

    So am I mas.. I Like relationship.. Terima kasih atas kunjungannya..

    Komentar oleh Pasa Firaya, ST | Mei 8, 2009 | Balas

  3. ooo la laa…

    Many victory to be had.

    Komentar oleh suhendrianto | Mei 22, 2009 | Balas

  4. apa si perbedaan pekeja manual indonesia and amerika
    jawab ya…
    susah banget

    maksudnya apa ini mas bima?? bisa lebih spesifik pertanyaannya??

    Komentar oleh senk | November 24, 2009 | Balas

  5. Setiap analysis 4M (Man, Machine, Method & Material. M yg pertama (Man) adalah yang paling Vital. Management Toyota memiliki philosophy “membuat barang adalah mengenai membuat/mengembangkan orang”.

    Hampir semua system management pada dasarnya baik dan hebat, namun tetap tidak akan berhasil tanpa ada perhatian yang khusus pada “mempersiapkan” dan “Mengembangkan” orang yang akan bekerja pada system tersebut.

    TWI menjadi salah satu solusi yang terbukti unggul dengan prinsip pokok penerapan :
    1.Analisis pengetahuan dan skill vital dalam pekerjaan (job analysis, key points, reason of key points, identification of knowledge & skill needed, standardize through Work Instruction)
    2. melakukan transfer pengetahuan dan skill tersebut (identifikasi calon trainer, TFT, One point lesson, On the job training)
    3. Evaluasi dan verifikasi penguasaan terhadap pengetahuan dan skill sebelum di lepas di area kerja.

    “Its Not because the gun, but the man behind the gun”

    Ceppy

    Komentar oleh Ceppy | Januari 18, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: