The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Muhammad

“Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat – Nya bersalawat atas Nabi. Hai orang – orang beriman, bersalawatlah atasnya dan ucapkanlah keselamatan atasnya”

muhammadRiwayat Nabi Muhammad SAW, banyak sekali dirawayatkan dalam banyak literatur baik itu oleh kalangan ulama muslim Arab, hingga para sastrawan Barat.. Salah satu buku yang mengisahkan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW dengan narasi dan detail cerita yang menarik dan mengagumkan adalah Buku karya Martins Lings (Abu Bakr Siraj al-Din) ini. Beliau menceritakan dengan begitu indah dan menyentuh, dengan pemilihan kata yang sangat mengagumkan.

Muhammad, sang Rasulullah memang luar biasa.. Satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.  Sedangkan buku ini adalah “reportase” yang indah yang berasal dari cerita orang – orang atau kaum yang hidup di zaman Nabi (seperti dengan tagline dari buku ini : Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik). Karena itu, seperti yang saya kutip dari pendapat Profesor Hamid Dabashi, dari Columbia University, bahwa buku ini akan dapat dibaca dengan sama nikmatnya baik oleh mereka yang sudah akrab dengan biografi Nabi maupun para “pendatang baru” yang membacanya untuk pertama kali.

Ibarat thriller sebuah film, pada postingan saya kali ini saya ingin menampilkan beberapa “cuplikan” dari buku ini..Buku ini membuat saya tersenyum, trenyuh, semangat melihat perjuangan Rasulullah menyebarkan agama Islam..Semoga dengan “thriller” ini temen – temen tertarik untuk membaca buku ini.

Isra’ Mi’raj

….Nabi menceritakan bagaimana beliau menunggangi Buraq – demikian nama binatang itu – bersama malaikat yang menunjukkan jalan dan mengukur kecepatannya seperti menunggang kuda yang menyenangkan. Mereka melaju ke utara Yatsrib dan Khaybar, sampai tiba di Yerusalem. Kemudian mereka bertemu dengan para nabi – Ibrahim, Musa, Isa dan nabi yang lain. Ketika beliau salat ditempat ibadah itu, mereka menjadi makmum dibelakangnya, Lalu ada dua gelas disuguhkan kepada Nabi dan ditawarkan kepadanya….

Kemudian seperti yang pernah terjadi pada nabi yang lain – kepada Nuh, Ilyas, dan Isa juga Maryam – Muhammad diangkat keluar dari kehidupan ini menuju langit. Dari masjid Al-Aqsa, beliau kembali mengendarai Buraq, yang menggerakkan sayapnya terbang keatas. Bersama malaikat – yang kini menunjukkan wujud aslinya – beliau mikraj, melampaui ruang, waktu, dan bentuk lahiriah bumi, lalu melintasi ke tujuh langit….

Puncak Mikrajnya adalah di sidrat al muntaha – begitulah yang disebut dalam Al-Qur’an. Disalah satu tafsir tertua – berdasarkan hadis nabi – dikatakan, “sidrat al muntaha” berakar pada singgasana (‘Arsy). Itu menandakan puncak pengetahuan setiap orang yang berpengetahuan, baik malaikat maupun rasul. Segala sesuatu diatasnya adalah misteri yang tersembunyi, tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah semata…

Umar

Ekspresi kemurkaan yang Nampak diwajah Umar mendorongnya bertanya kemana ia hendak pergi. “Aku akan menemui Muhammad, membalas dendam terhadap orang yang telah memecah belah Quraisy menjadi dua golongan”, kata Umar, “dan aku akan membunuhnya”….

Ketika mereka mendengar suara Umar mendekat dan dengan marah memanggil nama saudaranya itu, Khabbab bersembunyi dipojok rumah, dan Fathimah menyembunyikan lembaran itu dibalik bajunya. Namun, Umar telah mendengar suara pembacaan mereka. Setelah tiba, Umar bertanya, “Apa yang kudengar tadi ?” Mereka berusaha meyakinkan bahwa ia tidak mendengar apa – apa. “Aku mendengarnya,” katanya, “dan aku dengar kalian berdua telah menjadi pengikut Muhammad.” Ia mendekati saudara iparnya, Sa’id dan menyerangnya. Ketika Fathimah melindungi suaminya, Umar menamparnya hingga terluka,….

Luka Fathimah berdarah, begitu Umar melihat darah itu, ia menyesal. Ia berubah dan bertanya kepada saudara iparnya, “Serahkan lembaran – lembaran yang kalian baca itu kepadaku, agar aku dapat membaca apa yang telah diajarkan Muhammad.” Seperti halnya mereka, Umar bisa membaca. Namun ketika meminta kertas itu, Fathimah berkata, “Kami khawatir menyerahkan lembaran itu kepadamu ” “Jangan takut,” katanya, ia melepaskan pedangnya dan berjanji, demi Tuhan, lembaran itu akan dikembalikan setelah dia baca. Fathimah telah melihat Umar melunak, dan ia sangat mengharapkan Umar memeluk agama Islam. “Wahai saudaraku, ” katanya, “engaku tidak suci karena engkau penyembah berhala….”

Setelah selesai membaca lembaran itu, ia berkata, “Betapa indah dan agungnya kata – kata ini”…

Peperangan Yang Tidak Menentu

……Nabi sendiri, telah lama diamati oleh mata – mata. Beliau terbangun saat seorang lelaki telah berdiri dihadapannya dengan menghunus sebilah pedang. Laki – laki itu tidak lain adalah Du’ tsur, kepala suku Muharib, yang bertanggung jawab atas semua rencana penyerangan yang sedang diwaspadai oleh Nabi. “Hai Muhammad, sekarang siapa yang akan melindungimu?” “Allah” jawab Nabi tegasm sementara Jibril turun, beridiri diantara keduanya dan mendorong pundak Du’tsur kebelakang. Pedang Du’tsur terlepas, jatuh diluar jangkauannya. Nabi memungut pedang itu. Jibril segera menghilang dari pandangan Du’tsur, yang sesaat kemudian menyadari bahwa dia melihat malaikat. “Sekarang siapa yang melindungimu?” Nabi balik bertanya. “Tidak ada” jawab Du’tsur ketakutan. “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi engkau adalah Rasulullah”. Nabi mengembalikan pedangnya dan memeluknya erat – erat.

Nabi dan Ramalan Hari Akhir

….Akan muncul seorang khalifah, yang disebut al-Mahdi (orang yang diberi petunjuk), “Al-Mahdi akan muncul dari keluargaku. Dahinya lebar dan hidungnya laksana paruh burung elang. Ia akan memenuhi bumi dengan kebaikan dan keadilan, biarpun telah dipenuhi kebatilan dan kezaliman. Ia akan berkuasa selama 7 tahun.

Namu akhirnya, menjalang akhir kekuasaannya atau setelah itu, Dajal akan muncul, “seorang lelaki yang buta mata kanannya, seluruh putih matanya hilang, bahkan seperti buah anggur.” dan “ia akan menyebarkan banyak kerusakan di muka bumi. Dengan kekuatannya yang menajubkan, ia akan memiliki banyak pengikut. Namun, aka nada sekelompok orang beriman yang akan berjuang melawannya.” Kata Nabi, saat mereka merapatkan barisan untuk salat, Isa putra Mariam akan turun dan mengimami shalat mereka. Dan musuh Tuhan, ketika ia melihat Isa, akan meleleh bagaikan garam yang larut dalam air. Jika ia dibiarkan dalam keadaan demikian, maka ia akan memenuhi kematiannya; namun Allah akan membunuhnya melalui tangan Isa, yang darah dipedangnya akan ditunjukkan kepada mereka.”

Beliau juga berbicara mengenai tanda – tanda hari akhir telah tiba. Salah satu tandanya yang beliau sebut adalah dibangunnya gedung – gedung pencakar langit oleh manusia……

Pesan Perpisahan Rasulullah

Aku akan pergi mendahului kalian, dan aku menjadi saksi kalian.

Pertemuan kalian denganku adalah didalam surga

Maret 9, 2009 - Posted by | Saya dan Buku, Saya, Sejarah dan Tokoh | , ,

2 Komentar »

  1. blog yang menarik…!!! dan sangat penting dikunjungi oleh umat Islam

    Komentar oleh Sajo | Agustus 25, 2009 | Balas

    • Ma kasi atas kunjungan dan komennya akhi.. Salam…

      Komentar oleh Daniel Setiawan | Agustus 29, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: