The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Makna Sebuah Titipan by WS Rendra

cahaya-ilahi_717_lSeringkali aku berkata,

Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

 

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya :

Mengapa Dia menitipkan padaku ???

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???

 

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

 

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

Kusebut itu sebagai ujian,

Kusebut itu sebagai petaka

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

 

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,

Ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak popularitas,

Dan kutolak sakit,

Kutolak kemiskinan,

Seolah semua”derita” adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,

Dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,

Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

 

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

 

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”..

Sebuah puisi yang luar biasa dari WS Rendra, puisi ini begitu dalam dan mencoba mengingatkan diri saya dan juga temen – temen tentang makna kebahagiaan yang sebenarnya.. Yang semata – mata bukan hanya diukur dari harta benda dan pangkat semata… Memberikan kita sudut pandang yang berbeda mengenai bagaimana seharusnya kita menyikapi segala hal yang terjadi dalam hidup kita, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, penerimaan, penolakan, ketidak adilan, keberhasilan dan kegagalan….

Saya tidak bisa berkata apa – apa mengenai puisi ini kecuali satu hal : Renungkanlah sobat….

 

Agustus 30, 2009 - Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya Memandang Kehidupan |

4 Komentar »

  1. huaaa..keren..like this!!!

    Komentar oleh risma | September 2, 2009 | Balas

  2. (sedang merenung…)

    Sepertinya,orang yg punya pemikiran dan pemahaman seperti ini adalah orang yang berbahagia di setiap waktu

    Sepertinya….

    Komentar oleh Indoproperty bsd | November 1, 2009 | Balas

  3. bagusss,, tapi kalo ada parafrase nya lebih bagus ,, hehe

    Komentar oleh Nisya 'bz | Juni 13, 2011 | Balas

  4. puisi yg sangat dalam maknanya . memacu hati agar senantiasa untuk selalu bersyukur … Alhamdulillah..

    Komentar oleh dul | November 29, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: