The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Alur Proses Kartu Kredit

Kartu  kredit adalah adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Kebanyakan kartu kredit memiliki bentuk dan ukuran yang sama, seperti yang dispesifikasikan oleh standar ISO 7810.

Berikut adalah pihak – pihak yang terkait dengan proses bisnis kartu kredit

  • Pemilik kartu kredit/pelanggan/user : Pemilik dari kartu yang dipergunakan untuk melakukan pembelian.
  • Merchant : Pihak yang menerima pembayaran dengan kartu kredit untuk produk atau jasa dari pemilik kartu kredit.
  • Acquirer : Institusi finansial atau organisasi lain yang menyediakan jasa pemrosesan kartu ke merchant.
  • Asosiasi kartu : Jaringan seperti VISA atau Mastercard yang berperan sebagai gateway antara acquirer dan issuer untuk mengotorisasi dan melakukan pencairan transaksi.
  • Issuer : Institusi finansial atau organisasi lain yang mengeluarkan kartu kredit (card association branded) ke pemegang kartu.

Issuer dari kartu ini memberikan sejumlah pinjaman ke pelanggan (atau user) sehingga user dapat “meminjam” uang untuk melakukan pembayaran ke merchant. Kartu Kredit memungkinkan pelanggan untuk “menunda” tagihan mereka, namun akan menambah denda yang harus mereka bayar.

Siklus Billing Bulanan

Issuer mengeluarkan tagiah kartu kredit pada hari yang telah ditentukan dalam satu bulan. Pelanggan harus membayar sebelum masa tenggang berakhir, selebihnya, denda keterlambatan harus dibayar.

Masa Tenggang

Masa Tenggang kartu kredit adalah periode dimana pelanggan harus membayar sebelum denda dikenakan pada tagihan. Masa tenggang bervariasi, namun biasanya berkisar 20 hingga 40 hari tergantung pada tipe kartu kredit dan bank issuer.

Pembayaran Terlambat

Bila pelanggan memiliki tagihan hutang, fungsi kartu kredit akan menjadi seperti pinjaman yang sangat mahal. Perusahaan kartu kredit memungkinkan pelanggan untuk melunasi hutang sedikit demi sedikit setiap bulan, sepanjang pelanggan membayar jumlah minimum setiap waktu. Sebagai gantinya, pelanggan akan membayar bunga dari tagihan yang dimiliki (setinggi – tingginya 29% setiap tahun) pada akhir dari setiap periode.

Bagaimana perusahaan Kartu Kredit memperoleh uang?

Perusahaan kartu kredit memperoleh keuntungan yang tinggi dalam beberapa cara.

  • Tingkat bunga yang tinggi – bunga melalui rekening kartu kredit merupakan keuntungan terbesar yang diperoleh bank yang mengeluarkan kartu kredit.
  • Fee bulanan
  • Denda keterlambatan, Denda kelebihan limit, dan biaya – biaya lain.
  • Charging Merchant dan penyedia layanan. Biaya setiap waktu pelanggan mempergunakan kartu kredit perusahaan pada merchant.

Overview Proses Bisnis Kartu Kredit

Transaksi kartu kredit berbasis tanda tangan (non PIN based) terdiri dari 2 proses utama, yang terdiri dari otorisasi (pada gambar flow proses ditunjukkan no 1) dan settlement (pada gambar flow proses ditunjukkan no 2).

Otorisasi

Otorisasi adalah sebuah proses verifikasi yang terjadi sewaktu terjadi pembelian yang memungkinkan merchant untuk memverifikasi bahwa rekening pelanggan adalah valid dan terdapat dana yang cukup untuk melakukan transaksi.

Verifikasi dilakukan dengan menggunakan terminal pembayaran kartu kredit atau Point of Sale (POS) dengan penghubung komunikasi ke bank polling merchant. Data dari kartu diperoleh dari magnetic stripe atau chip di kartu.

Pada tahapan ini, dana di”tahan” dan dipotong dari limit kredit pelanggan (atau saldo bank, dalam kasus kartu debit) tapi belum ditransfer ke merchant. Selama ditahan, dana ini menjadi “unavailable” hingga merchant menyelesaikan transaksi (disebut juga settlement). Dalam kasus kartu kredit, penahanan dapat berlangsung selama 30 hari, tergantung pada bank issuer.

Pembatalan sebuah penahanan otorisasi

Merchant dapat membatalkan sebuah penahanan otorisasi bila merchant menggunakan sebuah acquirer yang mendukung sebuah proses yang disebut otorisasi reversal. Acquirer yang berbeda mengakibatkan aturan yang berbeda terkait dengan kondisi yang harus penuhi merchant untuk membuat sebuah otorisasi reversal, tapi biasanya proses reversal dilakukan dengan cepat (biasanya dalam waktu satu menit) setelah otorisasi awal. Pada kasus dimana merchant tidak dapat melakukan reversal, namun menginginkan terjadinya pembatalan otorisasi, maka merchant harus menghubungi acquirer melalui telepon. Disamping itu, pemegang kartu dapat menghubungi bank issuer untuk meminta pembatalan.

Batching

Transaksi yang telah diotorisasi disimpan kedalam “batch”, yang akan dikirim ke acquirer. Batch biasanya dimasukkan sekali per hari pada end of business day. Bila transaksi tidak dimasukkan ke dalam batch, otorisasi akan tetap valid dalam jangka waktu yang ditentukan oleh issuer, setelah dana yang ditahan dikembalikan lagi menjadi kredit yang dapat dimanfaatkan pemegang kartu. Beberapa transaksi dapat dimasukkan kedalam batch tanpa otorisasi terlebih dahulu; baik transaksi yang terdapat dibawah limit merchant atau dimana otorisasi tidak berhasil namun merchant masih berusaha untuk mengurusnya.

Kliring dan Settlement

Acquirer mengirimkan batch transaksi melalui asosiasi kartu kredit, mendebet issuer untuk pembayaran dan mengkredit ke acquirer.

Funding

Setelah acquirer dibayar, maka acquirer akan membayar merchant. Merchant menerima jumlah total dana dalam batch dikurangi dengan “discount rate”, yaitu fee yang harus dibayar merchant kepada acquirer untuk mempreoses transaksi.

Diagram Alir Proses

Berikut adalah gambaran proses otoriasasi, batching, dan settlement dan funding dalam diagram alir proses.

Chargeback

Chargeback adalah suatu kejadian dimanauang di sebuah rekening merchant ditahan karena terjadi dispute (perselisihan) pada transaksi. Pemegang kartu pada awalnya mengajukan klaim chargeback. Pada saat chargeback, issuer mengembalikan transaksi ke acquirer untuk mencari pemecahan masalah. Acquirer kemudian mengajukannya ke merchant, yang kemudian harus menerima atau menolak chargeback tersebut.

Bank  Issuer selanjutnya melakukan investigasi terhadap perselisihan (dispute) ini, dan akan men – “chargeback” nilai dari transaksi awal langsung dari bank acquirer merchant, yang berkewajiban berdasarkan aturan yang telah disepakati terkait card network melakukan pembayaran ke issuer kartu. Acquirer merchant akan berusaha membayar sejumlah nilai “chargeback” ditambah processing fee dari rekening bank merchant. Chargeback, biasanya diajukan ke merchant terkait kebijakan acquirer kecuali merchant dapat membuktikan ke absahan transaksi, atau barang dan jasa telah diberikan ke pelanggan dan pelanggan membatalkan klaimnya.

Terkadang dispute dari pelanggan tidak benar, dan klaim refund ditolak. Pada situasi ini, merchant seharusnya membayar fee pemrosesan.

Pada kasus dari fraud kartu kredit, merchant kehilangan :

  • Barang atau jasa yang dijual
  • Fee untuk memproses pembayaran
  • Komisi konversi mata uang
  • Fee pemrosesan untuk chargeback.

Untuk alasan yang jelas, banyak merchant menempuh beberapa tahapan untuk mencegah chargeback – seperti tidak menyetujui transaksi yang mencurigakan, namun hal ini beresiko bahwa merchant dapat kehilangan transaksi yang sebenarnya legal atau sah.

Diagram Alir Proses

Beberapa alasan terjadinya chargeback

  • Pemegang kartu kredit meminta salinan dari struk kartu kredit
  • Pemegang karrtu kredit tidak mengotorisasi transaksi.
  • Nomor rekening tidak cocok
  • Transaksi diproses lebih dari sekali
  • Refund tidak diproses
  • Tidak ada otorisasi
  • Pelanggan tidak menerima struk
  • Masa berlaku kartu habis
  • Error pada jumlah total transaksi
  • Struk transaksi tidak benar, tidak selesai, dan tidak sah.
  • Transaksi diproses pada jumlah yang salah.
  • Produk berbeda dari yang dijanjikan.
  • Tanda tangan di struk berbeda dengan yang di kartu.
  • Pemegang kartu mengajukan klaim bahwa merchant telah mengubah jumlah transaksi tanpa seizin pemilik kartu.
  • Merchant diketahui terlibat dalam transaksi fraud
  • Tanggal transaksi salah.
  • Transaksi tidak berhasil digagalkan.
  • Pemegang kartu tidak puas terhadap kualitas produk yang dibeli.

translated and edited from : http://technotes.towardsjob.com/general/credit-card-transaction-lifecycle/

Desember 28, 2009 - Posted by | Saya dan Hobi, Saya dan Komputer, Saya dan Lain - Lain | , ,

8 Komentar »

  1. Pertamax…makasih infonya, tapi hati – hati kalo pake kartu kredit……..gak kekontrol bisa berabe urusan.

    you’ve got the point bro… use it carefully!!

    Komentar oleh Yudhi | Desember 31, 2009 | Balas

  2. kartu kredit perlu sekali ya sob untuk bikin account paypall

    betul sekali mas.. itu salah satu keuntungan kartu kredit… but we must use it wisely..

    Komentar oleh munir ardi | Januari 7, 2010 | Balas

  3. MrDaniels,

    mohon bantuan isi dan promosikan kuesioner penelitian saya

    http://defrimardinsyah.wordpress.com/2010/01/07/survey-online-dapat-hadiah-usb/

    http://www.ebankingsurvey.com/limesurvey/index.php?sid=35685&lang=id

    terima kasih
    Defri

    Komentar oleh defrimardinsyah | Januari 17, 2010 | Balas

  4. artikelnya menarik sekali,,
    namun harus ekstra hati – hati
    dalam pemakaian kartu kreditnya,,
    waspada…

    Komentar oleh ratna | Juni 12, 2011 | Balas

  5. jadi gax berat bawa uang kalau udach ada kartu kredit..

    Komentar oleh Nuraeni | Agustus 23, 2011 | Balas

  6. makasih atas sharingnya, membantu bgt buat belajar ditempat kerja baru

    Komentar oleh aziz | April 17, 2012 | Balas

  7. Got it,,, Mantap penjelasannya. Lengkap dan detail. Tinggal mengajukan aja nih ke marketingnya Bank

    Komentar oleh Dian | Februari 27, 2014 | Balas

  8. terima kasih pencerahannya

    Komentar oleh Kipas Besar | April 16, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: