The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Kebiasaan Buruk Penyebab Kanker Hati…

Suka begadang? Jarang buang air besar di pagi hari? hati – hati kedua hal ini merupakan salah satu kebiasaan penyebab Kanker Hati… x_X… Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) ,tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati ( Liver Function Index ). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialis, benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bias memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Baca lebih lanjut

Februari 18, 2010 Posted by | Cerita Saya, Saya dan Lain - Lain | , , | 10 Komentar

Father’s Story

Selamat hari Ibu!! Ya, hari ini 22 Desember 2009, Dunia memperingatinya sebagai hari ibu.. Ibu, Mama, Emak, Mami, Bunda, Umi atau apapun istilahnya harusnya menjadi sosok yang paling kita hormati, kita sayangi, mengingat begitu besarnya cinta dan kasihnya dalam merawat kita dari kita masih kecil hingga dewasa… Tak ada yang bisa kita lakukan untuk bisa membayar lunas setiap tetes keringatnya, tulus do’anya, sabar hatinya.. Saya memiliki cerita yang sungguh luar biasa tentang ibu kita… Bergetar hati saya ketika membaca cerita tentang ibu ini… Sungguh inspiratif…

Tapi kenapa disini saya tulis father’s story?? Bukankah seharusnya mother’s story?? Ya.. dihari Ibu ini, kita memang diajak untuk mengingat, mengenang, dan berterima kasih kepada Ibu kita.. Namun.. saya rasa bukan berarti kita lantas mengenyampingkan peran ayah kita..

Hmmm…Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Baca lebih lanjut

Desember 22, 2009 Posted by | Cerita Saya, Saya Memandang Kehidupan | , , , | Tinggalkan komentar

Hasil Kuesioner eCommerce & ePayment – Part 1

Beberapa waktu yang lalu akhirnya saya membuat kuesioner online terkait dengan topik yang sedang saya kaji yaitu  mengenai e-commerce dan e-payment. Hal ini saya lakukan karena sulitnya memperoleh data yang akurat dan update terkait dengan awareness masyarakat Indonesia terkait dengan e-commerce dan e-payment ini. Meskipun sampel yang saya ambil ini terutama adalah teman SD, SMP, SMA, kuliah hingga temen kantor , senior, junior, keluarga, dosen, hingga kenalan yang saya temui di facebook dan YM, saya berusaha untuk seoptimal mungkin mengacak nya (seperti yang dapat dilihat pada karakteristik sampel untuk segment 1) sehingga Insya Allah hasil yang saya peroleh dapat menjadi acuan saya dalam membuat kajian mengenai e-commerce dan e-payment.

Kuesioner ini menggunakan metode stratified – non probability sampling, dimana kuesioner ini saya tujukan ke 3 segmen yang saya bedakan menurut umur. Segment pertama antara 21 hingga 25 tahun, segment kedua antara 25 hingga 30 tahun, sedangkan segment terakhir diatas 30 tahun. Untuk masing – masing segment saya ambil 35 – 40 sampel.  Selanjutnya untuk setiap segment juga akan diidentifikasi lagi karakteristik jenis kelamin, pekerjaan, hingga sebaran usia.

Dari pembagian segment tersebut selanjutnya dapat diketahui karakteristik dan awareness dari masing – masing segment, sehingga saya berharap dapat dijadikan referensi dalam pembuatan kajian dalam pengembangan produk katiannya dengan e-commerce dan e-payment.

Berikut adalah hasil dari kuesioner bagian pertama untuk segment umur 21 hingga 25 tahun.

Baca lebih lanjut

Desember 14, 2009 Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya dan Komputer | , , | 1 Komentar

Cerita Si Anak Kerang

Cerita ini saya forward dari email temen sekantor saya.. Cukup inspiratif.. Satu lagi cerita yang bisa menjadi penggugah atau pembangkit motivasi kita dalam menjalani kehidupan. Membuat kita untuk lebih bisa bersabar dan mencoba melihat segala sesuatunya dari sisi yang positif.. Bahwa sesuatu kejadian pasti ada hikmahnya… 🙂

Enjoy this story….

Didasar lautan daerah Sorong Papua barat hiduplah sekeluarga kerang,mereka sangat berbahagia.Kedua orang tua kerang tsb sangat menyayangi anak nya demikian juga dengan sang anak,selain menyayangi orang tuanya mereka juga sangat menghormati nya.Setiap hari mereka saling mengisi dan melengkapi kehidupan mereka.Sang anak setiap hari bermain riang gembira tak terkira.Perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu sang anak kerang mulai beranjak dewasa.Tempat bermain mereka yang tadinya hanya disekitar rumah mereka mulai bergeser agak menjauh dari rumah.Orang tua kerang yang tadinya selalu bisa mengawasi anak2nya bermain mulai kerepotan ketika harus mencari mereka utuk ajak makan bersama.
Baca lebih lanjut

Desember 4, 2009 Posted by | Cerita Saya, Saya Memandang Kehidupan | | 2 Komentar

Makna Sebuah Titipan by WS Rendra

cahaya-ilahi_717_lSeringkali aku berkata,

Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

 

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya :

Mengapa Dia menitipkan padaku ???

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???

  Baca lebih lanjut

Agustus 30, 2009 Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya Memandang Kehidupan | | 4 Komentar

First Note : Bersyukur dan Berbahagia…

Halo blog-ku.. sudah lama rasanya aku ga “menyentuhmu” maafkan aku yang telah melupakanmu..

Well, setelah sekian lama saya “menghilang” dari dunia blogging.. Hari ini.. Jam ini.. Menit ini.. dan Detik ini.. Saya putuskan untuk “back in the line”..  Tapi jujur saya agak bingung, mo nulis apa, tapi saya punya note yang sebelumnya saya publish di Facebook, yang saya forward dari situs http://www.andriewongso.com/.. Yang saya nobatkan sebagai “first note” saya setelah berbulan – bulan ngilang… he3..

Sebuah cerita yang sungguh inspiratif.. Tentang kisah kehidupan..

Anyway, ga usah cas.. cis.. cus lagi.. begini ceritanya (kaya acara hantunya “caroline zahrie” dulu..he3) :

bersyukurAlkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.
Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Baca lebih lanjut

Agustus 14, 2009 Posted by | Cerita Saya, Saya Memandang Kehidupan | 2 Komentar

Gambar Kartunku…

daniel As you see, ini kurang lebih penampakan rupa wujud asli saya.. Mo tahu cara bikinnya?? Teknik nya?? Toolnya??

Ehm.. Ehm.. Pastinya jangan nanya ke saya.. soalnya saya sendiri ga mudeng cara bikinnya seperti apa dan gimana??

Anyway, don’t worry..Kalo temen2 masi pada penasaran gimana cara bikinnya, mo tahu siapa temen saya yang kreatif, cerdas, dan imajinatif ini.. Just clik Alfin’s Site!!

Gambar ini sebenarnya adalah request saya sejak dahulu kala.. Sejak Belanda masih menjajah Indonesia (halah!!), dan akhirnya jadi juga deh..

Finally just visit Alfin’s Site if you wondering how this picture has made, maybe you can request him to cartoonize your face… Enjoy..

And Best Regards to ALFIN!!

Maret 9, 2009 Posted by | Cerita Saya, Saya dan Lain - Lain | | 1 Komentar

The Art of Listening

“Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi

juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya. “

Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933

listeningSebagai makhluk sosial, tentunya kita (bangsa “Homo Sapiens“) tidak akan pernah lepas dari yang namanya berkomunikasi, entah itu bercerita, sekedar mengucap salam, ngobrol hingga beradu argumentasi atau berdebat. Bagi saya pribadi, ngobrol adalah hobi, bila ada waktu senggang, biasanya (kalo temen – temen saya juga senggang), kita biasa ngobrol sambil minum coklat atau kopi di café (ala mahasiswa). Nah, dari bermacam – macam jenis obrolan, mulai dari yang ringan – ringan, masalah kuliah, pacaran sampai berdebat masalah yang berat – berat dan dengan berbagai jenis manusia, dari yang enak diajak ngobrol, ngeyelan, sampai yang “gak banget” terkadang saat ngobrol saya “mbatin”: “ni anak jengkelin banget si!! uda nanya, dijawab, matanya malah seliwar seliwer ga jelas!!” – Mungkin temen – temen pernah merasakan hal serupa.

Terlepas dari karakter orang yang bersangkutan, setidaknya setiap orang mengerti etika berbicara dan mendengar, tentunya kita akan merasa tidak menikmati pembicaraan saat orang yang bersangkutan ini ga mau mendengarkan, tapi maunya didengarkan alias keras kepala. Terkadang kita terlalu cepat mengambil kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh seseorang, apalagi dalam kondisi emosi – Nah, yang kaya gini ni namanya “hearing” bukan “listening”. Yang namanya listening itu, tidak hanya sebatas mendengar, namun meresapi dan menangkap “sesuatu” atau “inti” dari pembicaraan yang disampaikan orang lain, dan jangan harap kita bisa “listening” kalau kita dalam kondisi marah atau emosi.

Menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah, namun saya rasa penting, sama pentingnya dengan ketrampilan berbicara, membaca dan menulis – namun kebanyakan orang kadang menyepelekannya. Kunci utama untuk menjadi pendengar yang baik adalah menghormati lawan bicara. Hal inilah yang sering “terlepas” dari kita saat berbicara dengan orang lain. Dalam sebuah perdebatan, terkadang kita tidak sadar bahwa “berdebat” berarti bertukar pikiran, dimana terkadang pikiran itu tidak sama bahkan berseberangan. Seringkali saat berdebat, saya menemui orang (entah temen, dosen, dsb) yang emosian, egois, terlalu memaksakan kehendak sehingga saya ada diposisi “tidak nyaman” untuk mengungkapkan pendapat saya (lho kok malah curhat).

Baca lebih lanjut

Februari 20, 2009 Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya | , , | 5 Komentar