The Daniels Blog

Berpikir, Berpendapat, dan Berbagi

Antara Forest Gump dan Janji ALLAH

“Life was like a box of chocolate, you’ll never know what you’re gonna get”
“Put the past behind before you can move on”
“Miracles happen everyday”

– Forest Gump –

forrest-gumpHidup ini seperti sekotak coklat, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita dapat… Kita akan selalu membayangkan coklat yang manis..Namun, belum tentu coklat yang kita rasakan ini manis.. Sometimes the things go wrong, kadang kita merasa kalau hidup itu mengecewakan.. Sehingga rasanya kita ingin “memuntahkan” coklat ini.. Kalau diantara temen – temen pernah menonton film atau baca novelnya, tentunya masih ingat saat Letnan Dan, komandan Forest  di Perang Vietnam..Yang bercita – cita untuk mati dalam perang (karena keluarganya mati turun temurun dalam perang) yang harus kehilangan kedua kakinya..Dan sangat membenci Forest karena menyelamatkannya dalam Perang Vietnam… Masih ingat adegan dimana si Letnan “protes” ke Tuhan di tengah laut saat badai…Hingga akhirnya… Tuhan dan Letnan “berdamai”

Forest Gump..Film yang dibintangi oleh Tom Hanks ini telah menjadi film terbaik yang pernah saya tonton.. Melihat film yang diadaptasi dari novel ini, kita akan diajak tertawa dan menangis..Kisah hidup seorang Forest, yang sejak lahir menderita idiot savant (mempunyai cacat mental tetapi menonjol di salah satu bidang)..Bisa bertemu 4 Presiden Amerika melalui 4 moment yang berbeda (mulai dari atlet lari, atlet pingpong, hingga veteran Perang).. Menyimak jalan hidupnya.. Sederhana..Polos..Tapi Luar Biasa…

Baca lebih lanjut

Maret 10, 2009 Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya dan Hobi | , , , | 13 Komentar

The Art of Listening

“Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi

juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya. “

Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933

listeningSebagai makhluk sosial, tentunya kita (bangsa “Homo Sapiens“) tidak akan pernah lepas dari yang namanya berkomunikasi, entah itu bercerita, sekedar mengucap salam, ngobrol hingga beradu argumentasi atau berdebat. Bagi saya pribadi, ngobrol adalah hobi, bila ada waktu senggang, biasanya (kalo temen – temen saya juga senggang), kita biasa ngobrol sambil minum coklat atau kopi di café (ala mahasiswa). Nah, dari bermacam – macam jenis obrolan, mulai dari yang ringan – ringan, masalah kuliah, pacaran sampai berdebat masalah yang berat – berat dan dengan berbagai jenis manusia, dari yang enak diajak ngobrol, ngeyelan, sampai yang “gak banget” terkadang saat ngobrol saya “mbatin”: “ni anak jengkelin banget si!! uda nanya, dijawab, matanya malah seliwar seliwer ga jelas!!” – Mungkin temen – temen pernah merasakan hal serupa.

Terlepas dari karakter orang yang bersangkutan, setidaknya setiap orang mengerti etika berbicara dan mendengar, tentunya kita akan merasa tidak menikmati pembicaraan saat orang yang bersangkutan ini ga mau mendengarkan, tapi maunya didengarkan alias keras kepala. Terkadang kita terlalu cepat mengambil kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh seseorang, apalagi dalam kondisi emosi – Nah, yang kaya gini ni namanya “hearing” bukan “listening”. Yang namanya listening itu, tidak hanya sebatas mendengar, namun meresapi dan menangkap “sesuatu” atau “inti” dari pembicaraan yang disampaikan orang lain, dan jangan harap kita bisa “listening” kalau kita dalam kondisi marah atau emosi.

Menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah, namun saya rasa penting, sama pentingnya dengan ketrampilan berbicara, membaca dan menulis – namun kebanyakan orang kadang menyepelekannya. Kunci utama untuk menjadi pendengar yang baik adalah menghormati lawan bicara. Hal inilah yang sering “terlepas” dari kita saat berbicara dengan orang lain. Dalam sebuah perdebatan, terkadang kita tidak sadar bahwa “berdebat” berarti bertukar pikiran, dimana terkadang pikiran itu tidak sama bahkan berseberangan. Seringkali saat berdebat, saya menemui orang (entah temen, dosen, dsb) yang emosian, egois, terlalu memaksakan kehendak sehingga saya ada diposisi “tidak nyaman” untuk mengungkapkan pendapat saya (lho kok malah curhat).

Baca lebih lanjut

Februari 20, 2009 Posted by | Cerita Saya, Pemikiran dan Pendapat Saya | , , | 5 Komentar

Filosofi Semut

ant

Semut… Semut kecil… Saya mau nanya… Lho!! kok malah nyanyi… 😀
Semut… Binatang Kecil, Binatang Pekerja Keras… Sampai – sampai dijadikan algoritma  optimasi..(Halah!!)… Banyak hal – hal menarik dan patut kita renungkan seputar semut…

Pernah suatu hari temen – temen melihat semut yang sedang berjalan didinding terus cobalah halangi semut itu, maka si semut akan berusaha mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan?

# Pelajaran 1 : Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan.

Baca lebih lanjut

November 26, 2008 Posted by | Pemikiran dan Pendapat Saya, Saya Memandang Kehidupan | , | 3 Komentar